Utama
[Utama][column1]
Padang, netralpost – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumatera Barat menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Tata Kelola Pengamanan Kawasan Wisata Berbasis Kolaborasi Stakeholders. Kegiatan yang berlangsung di Mapolda Sumatera Barat pada Jumat (24/7) ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengamanan destinasi wisata melalui sinergi lintas instansi.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumbar, Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, serta Satpol PP Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini turut disaksikan oleh Auditor Madya Tk. II Sispamobvitnas Baharkam Polri, Kombes Pol Adrian Indra Nurinta, S.I.K., M.H., yang hadir untuk memberikan pendampingan sekaligus memastikan pelaksanaan kerja sama berjalan sesuai arah kebijakan pengamanan objek vital nasional.
Nota kesepahaman ini bertujuan mewujudkan strategi kolaborasi dan aliansi antarinstansi dalam penyelenggaraan pengamanan objek vital, khususnya kawasan wisata, guna mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan melalui terciptanya lingkungan wisata yang aman, tertib, dan kondusif.
Dalam keterangannya, Kombes Pol Adrian Indra Nurinta menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan pelaksanaan pengamanan di kawasan wisata di Sumatera Barat.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah mengoptimalkan pelaksanaan pengamanan di kawasan wisata. Ada tiga hal yang harus kita ciptakan bersama, yaitu keselamatan, keamanan, dan kenyamanan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keselamatan merupakan prinsip paling utama dalam setiap penyelenggaraan pengamanan. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas seluruh pihak sebelum mewujudkan aspek keamanan.
"Keselamatan adalah hukum tertinggi. Dalam mencapai keselamatan harus dilakukan secara total. Kita harus berpikir bahwa keselamatan masyarakat adalah yang utama. Setelah itu barulah kita dapat menciptakan keamanan. Bagaimana kita bisa menciptakan keamanan jika diri kita sendiri tidak selamat," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keselamatan dan keamanan akan bermuara pada terciptanya kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata.
"Kesejahteraan bersama dapat terwujud apabila masyarakat dan wisatawan merasakan kenyamanan. Karena itu, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan harus kita bangun secara bersama-sama melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," katanya.
Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, diharapkan sistem pengamanan kawasan wisata di Provinsi Sumatera Barat dapat berjalan lebih optimal, terintegrasi, serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung, sehingga mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Padang, netralpost --- Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pada Jumat (25/7), KAI Divre II Sumbar kembali menyalurkan bantuan Program TJSL di Kota Sawahlunto sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan sosial, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Pada kesempatan tersebut, KAI Divre II Sumbar menyalurkan dua program bantuan, yaitu:
1. Program Bina Lingkungan KAI Dungmas, berupa bantuan pemberdayaan penyandang disabilitas melalui budidaya lebah trigona senilai Rp. 39.750.000 yang diberikan kepada kelompok binaan di Kota Sawahlunto.
2. Program Bina Lingkungan KAI Edufriend, berupa bantuan revitalisasi lapangan olahraga SMAN 3 Sawahlunto senilai Rp. 29.380.000 untuk mendukung peningkatan sarana pendidikan sekaligus mendorong aktivitas olahraga bagi para siswa.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar sekaligus Anggota Komite TJSL, Reza Shahab, mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional KAI.
“Program TJSL merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran KAI tidak hanya dirasakan melalui layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal, tetapi juga melalui kontribusi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” ujar Reza.
Reza menjelaskan, sepanjang tahun 2025 KAI Divre II Sumbar telah menyalurkan dana Program TJSL sebesar Rp. 1.077.864.151. Sementara itu, hingga akhir Juli 2026, total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp.354.210.000, yang dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program di bidang sosial, pendidikan, keagamaan, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian lingkungan.
Menurutnya, keberlanjutan Program TJSL menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dengan masyarakat.
“Melalui Program TJSL, kami berharap setiap bantuan yang diberikan mampu memberikan manfaat nyata, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung tersedianya fasilitas yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tambah Reza.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Revitalisasi Lapangan Olahraga SMAN 3 Sawahlunto, Benzuheri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan KAI Divre II Sumbar melalui Program TJSL. “Kami mengucapkan terima kasih kepada PT KAI Divre II Sumbar atas bantuan revitalisasi lapangan olahraga ini. Bantuan ini sangat berarti bagi sekolah kami karena akan memberikan fasilitas olahraga yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi para siswa. Kami berharap sinergi yang baik ini dapat terus terjalin demi mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Sawahlunto,” ungkap Benzuheri.
Reza menegaskan bahwa KAI Divre II Sumbar akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar pelaksanaan Program TJSL semakin tepat sasaran dan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan harus berjalan seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Oleh karena itu, KAI akan terus menghadirkan program-program sosial yang memberikan manfaat nyata serta memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat,” jelasnya.
Selain menjalankan program sosial, KAI Divre II Sumbar juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan aset perkeretaapian serta mendukung keselamatan perjalanan kereta api sebagai tanggung jawab bersama.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat kepada KAI. Semoga sinergi yang telah terjalin dapat terus terjaga sehingga KAI mampu memberikan pelayanan transportasi yang semakin aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu, sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Reza.
Sumbar, netralpost – Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., menghadiri rangkaian kegiatan Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-79 yang dipusatkan di Lanud Sutan Sjahrir, Padang, Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Ir. Tedi Rizalihadi, S.T., M.M., serta dihadiri jajaran TNI AU, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan sejumlah pejabat di Sumatera Barat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Wakasau di Ruang VVIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM), kemudian dilanjutkan menuju Lanud Sutan Sjahrir. Selanjutnya, Wakasau memimpin peninjauan sejumlah kegiatan dalam rangka Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-79, meliputi bakti kesehatan, bakti sosial, dan renovasi fasilitas umum sebagai wujud pengabdian TNI AU kepada masyarakat.
Kehadiran Kapolda Sumbar dalam kegiatan tersebut menjadi wujud sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-79 sekaligus memperkuat kolaborasi lintas instansi melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr., mengatakan bahwa Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-79 menjadi momentum untuk semakin mempererat soliditas dan kolaborasi lintas instansi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Momentum Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-79 ini semakin mempererat sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah daerah dalam mendukung setiap program pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi yang kuat antarinstansi menjadi modal penting untuk memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Sumatera Barat,” ujar Kombes Pol. Susmelawati Rosya.
Melalui momentum Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-79, sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus terjaga sehingga berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat terlaksana secara optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Barat.
Padang, netralpost --- Keceriaan mewarnai Peron Bandara Stasiun Padang pada peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026, Kamis (23/7). PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyelenggarakan lomba mewarnai gratis yang diikuti oleh 48 anak usia 5–7 tahun beserta orang tua pendamping. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang ramah anak sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan bagi pelanggan.
Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi KAI Divre II Sumbar untuk menghadirkan stasiun tidak hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai ruang publik yang nyaman, aman, dan ramah bagi anak serta keluarga. Melalui kegiatan ini, KAI mendorong anak-anak untuk menyalurkan kreativitas, mengembangkan rasa percaya diri, sekaligus mengenal dunia perkeretaapian dalam suasana yang menyenangkan. Sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi pelanggan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara KAI dan masyarakat melalui aktivitas yang edukatif dan inspiratif.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa penyelenggaraan lomba mewarnai merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap tumbuh kembang anak sekaligus upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan bagi pelanggan. “Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi KAI Divre II Sumbar untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam berekspresi dan berkreasi. Kami ingin menghadirkan stasiun sebagai tempat yang ramah anak, nyaman, dan menyenangkan, sehingga masyarakat dapat merasakan bahwa perjalanan menggunakan kereta api bukan hanya sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menjadi pengalaman yang penuh makna bersama keluarga,” ujar Reza.
Ia menambahkan bahwa KAI Divre II Sumbar terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan bagi seluruh pelanggan, termasuk anak-anak dan keluarga. Berbagai fasilitas seperti ruang laktasi, ruang tunggu yang nyaman, toilet yang bersih, layanan petugas yang siap membantu, hingga lingkungan stasiun yang aman dan tertata merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mewujudkan layanan transportasi yang inklusif dan berorientasi pada pelanggan.
Selama perlombaan berlangsung, suasana Peron Bandara Stasiun Padang dipenuhi semangat dan keceriaan para peserta. Anak-anak tampak antusias menuangkan imajinasi dan kreativitas mereka pada media gambar yang telah disediakan, sementara orang tua memberikan dukungan dan semangat selama proses perlombaan berlangsung.
Selain lomba mewarnai, panitia juga mengadakan kuis interaktif yang melibatkan peserta dan orang tua pendamping. Berbagai pertanyaan seputar dunia perkeretaapian, keselamatan perjalanan kereta api, serta pengetahuan umum dikemas secara menarik dan edukatif. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh hadiah menarik, sehingga suasana kegiatan semakin meriah dan penuh antusiasme.
Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, panitia menetapkan para pemenang lomba mewarnai sebagai berikut:
* Juara I: Aqif Maulana Alwi
* Juara II: Shaqueena Adelia
* Juara III: Shelina Ayesha Liano
* Juara Favorit I: Hervania Almaz
* Juara Favorit II: Arumi Nasha Yuliasman
Seluruh pemenang menerima trofi, piagam penghargaan, dan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, imajinasi, serta semangat yang ditunjukkan selama perlombaan. Sementara itu, seluruh peserta juga memperoleh bingkisan sebagai kenang-kenangan atas partisipasi mereka dalam memeriahkan Hari Anak Nasional 2026 bersama KAI Divre II Sumbar.
Salah seorang orang tua peserta, Sulastri, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena mampu memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak-anak. “Kami mengucapkan terima kasih kepada KAI Divre II Sumbar atas kegiatan yang sangat positif ini. Anak-anak tidak hanya mengikuti lomba mewarnai, tetapi juga belajar mengenal kereta api, keselamatan perjalanan, serta merasakan suasana stasiun dengan cara yang menyenangkan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena sangat bermanfaat bagi keluarga,” ungkap Sulastri.
KAI Divre II Sumbar akan terus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. “Melalui berbagai kegiatan sosial, edukasi, dan pelayanan yang berorientasi kepada pelanggan, kami berharap kehadiran KAI dapat semakin dekat dengan masyarakat. Kami akan terus berkomitmen menghadirkan transportasi yang aman, selamat, nyaman, serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi seluruh pelanggan, khususnya anak-anak dan keluarga,” tutup Reza.
Pasaman Barat, netralpost – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat, Polda Sumatera Barat, berhasil mengungkap tujuh kasus tindak pidana kejahatan selama pelaksanaan Operasi Sikat Singgalang 2026 yang digelar selama 14 hari.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr..K mengatakan, Operasi Sikat Singgalang 2026 berlangsung mulai 25 Juni hingga 8 Juli 2026.
Operasi tersebut difokuskan pada penindakan terhadap tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.
"Operasi Sikat Singgalang 2026 dilaksanakan selama 14 hari dengan sasaran utama tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujar Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata di ruang kerjanya Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, selama pelaksanaan operasi, Satreskrim Polres Pasaman Barat berhasil mengungkap tujuh kasus tindak pidana yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Pasaman Barat.
Dari total pengungkapan tersebut, sebanyak empat kasus merupakan Target Operasi (TO) yang telah ditetapkan sebelumnya. Selain itu, petugas juga berhasil mengungkap tiga kasus lainnya di luar target operasi, sehingga total capaian pengungkapan selama Operasi Sikat Singgalang 2026 mencapai tujuh kasus.
"Empat kasus yang berhasil diungkap merupakan Target Operasi, sedangkan tiga kasus lainnya merupakan pengungkapan non Target Operasi yang berhasil diungkap selama pelaksanaan operasi," jelasnya.
Dalam pengungkapan tersebut, Satreskrim Polres Pasaman Barat juga berhasil mengamankan sembilan orang pelaku yang diduga terlibat dalam berbagai tindak pidana, masing-masing berinisial AF (29), RF (30), AU (27), HS (23), SA (26), RJ (24), AG (18), MF (21), dan IR (21).
Selain mengamankan para pelaku, petugas turut menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan yang selanjutnya diamankan di Mapolres Pasaman Barat untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.
Kasat Reskrim mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan di lingkungan masing-masing serta terus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
"Apabila mengetahui atau menjadi korban tindak pidana maupun gangguan Kamtibmas, masyarakat diharapkan segera melaporkan melalui layanan Kepolisian 110 atau menghubungi Bhabinkamtibmas, Polsek terdekat, maupun langsung ke Polres Pasaman Barat. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif," pungkasnya. (HumasResPasbar)
Pasaman Barat, netralpost – BA alias Buyung Puleh (31), warga Sungai Paku, Jorong IV Koto, Nagari IV Koto, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, terpaksa harus merasakan dinginnya jeruji besi di sel tahanan Polsek Kinali. Pria tersebut diduga terlibat dalam aksi pencurian dengan pemberatan (curat) di sebuah rumah milik warga.
Penangkapan terhadap terduga pelaku dilakukan oleh Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Kinali berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/29/VI/2026/SPKT/Polsek Kinali/Res Pasbar/Sumbar, tanggal 2 Juni 2026.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H., melalui Kapolsek Kinali AKP Feri Yuzaldi, menjelaskan bahwa terduga pelaku berhasil diamankan pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, tim berhasil menemukan terduga pelaku yang sedang tertidur di sebuah pondok di kawasan Sungai Paku, Jorong Ampek Koto, Nagari Ampek Koto, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.
“Pada saat akan diamankan, terduga pelaku sempat berusaha melarikan diri. Namun, berkat kesigapan personel di lapangan yang dipimpin oleh Ipda Edo Perdana, pelaku berhasil diamankan dan langsung dibawa ke Mako Polsek Kinali untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ungkap AKP Feri.
Menurut Kapolsek, BA alias Buyung Puleh merupakan salah satu Target Operasi (TO) dalam Operasi Sikat 2026. Terduga pelaku disebut cukup sulit ditangkap lantaran kerap berpindah tempat dan bersembunyi untuk menghindari kejaran petugas.
“Terduga pelaku ini merupakan TO Operasi Sikat 2026 yang lalu. Yang bersangkutan cukup licin dan sering bersembunyi dari kejaran petugas. Kami juga masih mendalami dugaan keterlibatan pelaku dalam sejumlah tindak pidana lainnya,” jelasnya.
Berdasarkan hasil interogasi awal, terduga pelaku mengakui telah melakukan aksi pencurian dengan pemberatan di rumah milik Azri Handoko yang terjadi pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, di kawasan Palak Cino, Jorong Ampek Koto, Nagari IV Koto, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku diduga masuk ke dalam rumah korban dengan cara memanjat dinding kayu hingga naik ke bagian rangka atap rumah. Dari lokasi tersebut, pelaku berhasil menggasak satu unit tangki semprot elektrik dan satu unit mesin potong kayu atau chainsaw.
“Setelah mengambil barang milik korban, pelaku kemudian keluar melalui pintu dapur yang berada di bagian belakang rumah,” terang AKP Feri.
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari penyelidikan yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Kinali setelah mendapatkan informasi mengenai barang yang diduga hasil curian dan dijual kepada salah seorang warga. Warga tersebut merasa curiga lantaran barang yang ditawarkan dengan harga relatif murah, sehingga informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Tidak hanya itu, saat ini penyidik Polsek Kinali juga masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap terduga pelaku guna mendalami dugaan keterlibatannya dalam kasus pencurian telepon seluler yang terjadi di kawasan Palak Cino, Jorong Ampek Koto, Nagari IV Koto. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan korban.
“Penyidik masih mendalami dugaan keterlibatan pelaku dalam perkara lainnya. Kami masih meminta keterangan dari para saksi maupun korban untuk mengungkap secara terang perkara tersebut,” ujar Kapolsek.
Penangkapan Buyung Puleh mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga menuturkan bahwa terduga pelaku kerap membuat keresahan dan diduga pernah melakukan tindakan kekerasan terhadap warga lainnya. Dengan diamankannya terduga pelaku, masyarakat berharap situasi keamanan di wilayah IV Koto Kinali semakin kondusif.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi juga memperoleh informasi bahwa uang hasil penjualan barang yang diduga hasil curian tersebut digunakan terduga pelaku untuk membeli narkotika, bermain judi online, serta membeli minuman keras.
“Atas perbuatannya, terduga pelaku dijerat dengan Pasal 477 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara,” pungkas AKP Feri.
Saat ini, BA alias Buyung Puleh telah diamankan di Mapolsek Kinali dan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan terduga pelaku dalam tindak pidana lainnya. (HumasResPasbar)
Pasamanbarat, netralpost – Tim Kalong Satreskrim Polres Pasaman Barat berhasil menangkap seorang pria berinisial AS (49), yang diduga melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap korban Erlina (45), pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan KKN, Jorong Kampung Pasir, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/62/III/2026/SPKT/Polres Pasaman Barat tanggal 6 Maret 2026.
“Tim kami berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan saat hendak mempersiapkan barang dagangannya untuk berjualan sate di Jalan Patuan Anggi Nomor 97 Suka Damei, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematang Siantar, Provinsi Sumatera Utara,” ujar Kasat Reskrim di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026).
Ia menerangkan, usai kejadian tersebut pelaku melarikan diri dan ditetapkan sebagai DPO. Sejak saat itu, tim Kalong yang dipimpin Ipda Algino Ganaro terus melakukan penyelidikan yang intensif guna mencari keberadaan pelaku.
“Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB tim Kalong berhasil menangkap pelaku AS yang sudah empat bulan menjadi buronan jajaran Satreskrim Polres Pasaman Barat,” jelasnya.
Setelah diamankan, terduga pelaku langsung digiring ke Polres Pasaman Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dari hasil interogasi awal, kekerasan tersebut diduga dipicu pertengkaran rumah tangga karena pelaku merasa curiga terhadap korban yang diduga berselingkuh dengan laki-laki lain, hal ini berdasarkan keterangan dari anak kandung korban dan pelaku.
Sebelum kejadian tragis tersebut, anak korban yang bernama Yamil Fauzi mengambil dandang pemasak ketupat di rumah pelaku yang berada di Batang Haluan untuk dibawa ke rumah korban di Jalan KKN. Atas kejadian itu, pelaku kemudian mendatangi korban bersama anaknya, Sonia Saputri.
Namun setibanya di tempat kejadian perkara, korban justru mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan dari pelaku dan anaknya, Yamil Fauzi. Diduga diliputi emosi, pelaku kemudian melayangkan senjata tajam jenis parang ke arah dahi dan punggung korban.
Mendengar keributan tersebut, warga sekitar langsung berupaya melerai. Karena takut diamuk massa, pelaku melarikan diri ke arah Sungai Batang Haluan dan menuju kebun sawit. Selama 14 hari, pelaku bersembunyi di kebun sawit milik warga.
“Agar keberadaannya tidak terendus petugas, pelaku kerap berpindah-pindah lokasi. Ia sempat berada di Kecamatan Andilan, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumbar, kemudian berjualan sate di Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumut, dan terakhir di Pematang Siantar,” ungkap Kasat Reskrim.
Saat ini, penyidik dari Unit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat masih mendalami perkara tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif pelaku yang tega membacok istrinya sendiri.
Atas perbuatannya, pelaku AS terancam pidana penjara paling lama 10 tahun, sebagaimana diatur dalam Pasal 44 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. (HumasResPasbar)
Pasaman Barat, netralpost – Kontestasi Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman, mulai memasuki babak baru. Muhammad Abdu Shadli resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Nagari pada Senin (20/7), sekaligus menjadi satu-satunya kandidat dari kalangan generasi muda yang ikut meramaikan pesta demokrasi tingkat nagari tersebut.
Berkas pencalonan diserahkan di Sekretariat Panitia Pemilihan Wali Nagari (PPWN) Lingkuang Aua Baru sekitar pukul 14.00 WIB. Abdu Shadli hadir didampingi keluarga, tokoh masyarakat, sahabat, serta sejumlah pendukung yang mengantarkannya mengikuti tahapan pendaftaran.
Usai menyerahkan berkas, Abdu Shadli mengatakan keputusannya maju dalam Pilwana didasari keinginan untuk berkontribusi membangun kampung halamannya melalui tata kelola pemerintahan yang lebih profesional, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.
" Saya meyakini bahwa kemajuan Pasaman Barat harus dimulai dari nagari. Karena itu, saya ingin mengabdikan diri untuk membangun Lingkuang Aua Baru menjadi nagari yang maju, mandiri, dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Ia mengusung visi mewujudkan Nagari Lingkuang Aua Baru sebagai nagari percontohan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan melalui pemerintahan yang profesional, pembangunan yang terencana, serta penguatan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai adat, agama, dan semangat gotong royong.
Menurut Abdu Shadli, pembangunan nagari tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kapasitas generasi muda, serta terjaganya nilai-nilai adat dan kehidupan beragama.
" Saya tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Semua pihak harus menjadi bagian dari proses pembangunan karena kemajuan nagari adalah tanggung jawab bersama," katanya.
Muhammad Abdu Shadli merupakan putra asli Nagari Lingkuang Aua Baru. Lahir di Bukittinggi pada 28 Desember 1998, ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta setelah menempuh pendidikan di SDN 09 Pasaman, MTsN Padang Panjang, dan SMA Negeri 1 Pasaman.
Selama menjadi mahasiswa, ia aktif di berbagai organisasi, di antaranya Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Pengurus Pusat Forum Nasional Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Islam, Anggota Komisi III Advokasi Senat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, serta kader PMII. Saat ini, ia menjabat sebagai Sekretaris Umum BPC HIPMI Pasaman Barat periode 2026–2029.
Selain aktif berorganisasi, Abdu Shadli juga bergerak di bidang kewirausahaan sebagai Founder dan Direktur Utama CV Surya Agro Nusantara serta Founder Komunitas Pebisnis Pasaman Barat.
Sesuai tahapan Pilwana, seluruh bakal calon yang telah mendaftar akan mengikuti proses verifikasi administrasi sebelum ditetapkan sebagai calon yang memenuhi syarat. Hingga tahapan pendaftaran berlangsung, Muhammad Abdu Shadli tercatat sebagai satu-satunya kandidat dari kalangan generasi muda yang maju dalam Pilwana Lingkuang Aua Baru.
Padang, netralpost --- Rel kereta api di Sumatera Barat bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan bagian dari perjalanan sejarah pembangunan daerah. Jalur ini pernah menjadi penghubung kawasan tambang batu bara Ombilin menuju Pelabuhan Emmahaven (kini Teluk Bayur), sekaligus membuka akses yang menghubungkan kawasan Pesisir hingga Pedalaman di Sumatera Barat, yaitu terhubungnya Pariaman ke Padang panjang, Bukittinggi hingga Payakumbuh dan Sawahlunto. Akibatnya berbagai pusat pertumbuhan ekonomi dan lanskap budaya maupun sosial terbentuk. Kini, rel tersebut tetap menjadi bagian penting mobilitas masyarakat menuju sekolah, tempat kerja, bandara, pusat ekonomi, dan destinasi wisata.
Sejarah tersebut kembali memperoleh makna strategis seiring arah kebijakan nasional dalam memperkuat konektivitas perkeretaapian Pulau Sumatra. Sumatera Barat memiliki modal besar berupa jaringan rel yang telah terbangun, aset prasarana, serta layanan yang hingga kini terus dimanfaatkan masyarakat.
Perkeretaapian di Sumatera Barat mulai berkembang pada akhir abad ke-19 untuk mendukung distribusi batu bara Ombilin. Stasiun Padang dibangun pada 1889 sebagai simpul distribusi menuju Pelabuhan Emmahaven, disusul Stasiun Pulau Air pada 1891 yang diresmikan pada 1 Oktober 1892. Selanjutnya jaringan rel berkembang hingga Kayu Tanam, Padang Panjang, Solok, Sawahlunto, Pariaman, dan Naras.
Saat ini, KAI Divre II Sumatera Barat mengelola jaringan rel sepanjang 312,232 kilometer spoor (kmsp), terdiri dari 110,910 kmsp jalur aktif dan 201,322 kmsp jalur nonaktif. Operasional didukung 20 stasiun dan shelter penumpang serta 4 stasiun angkutan barang.
Layanan penumpang dilayani melalui KA Pariaman Ekspres, KA Minangkabau Ekspres, dan KA Lembah Anai, sedangkan angkutan barang melayani distribusi semen dan klinker pada relasi Indarung–Bukit Putus.
Kepercayaan masyarakat terhadap kereta api terus meningkat. Sepanjang Semester I 2026, KAI Divre II Sumatera Barat melayani 1.140.586 pelanggan, sementara angkutan barang mencapai 556.465 ton, terdiri atas 362.740 ton semen dan 193.725 ton klinker.
Dalam lima tahun terakhir, jumlah pelanggan meningkat dari sekitar 1,09 juta pada 2021 menjadi 1.978.241 pelanggan pada 2025, atau tumbuh sekitar 81 persen. KA Pariaman Ekspres menjadi layanan dengan jumlah pelanggan terbesar, sedangkan KA Lembah Anai juga menunjukkan peningkatan signifikan setelah penyesuaian relasi perjalanan pada 2026.
Besarnya potensi tersebut turut didukung pertumbuhan sektor pariwisata Sumatera Barat. Berbagai destinasi seperti Jam Gadang, Danau Singkarak, Sawahlunto, Padang Panjang, dan Bukittinggi memiliki peluang semakin terkoneksi melalui transportasi berbasis rel. Di sisi lain, keberadaan jalur nonaktif seperti Naras–Sungai Limau, Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi, hingga Solok–Muaro Kalaban menjadi peluang pengembangan jaringan pada masa mendatang.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan sejarah panjang perkeretaapian Sumatera Barat merupakan modal penting dalam mendukung penguatan konektivitas Pulau Sumatra.
“Perkeretaapian di Sumatera Barat memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi sejarah, tetapi juga manfaat yang terus dirasakan masyarakat. Kereta api mendukung mobilitas harian, sektor pariwisata, distribusi logistik, hingga akses menuju bandara. Hal ini menunjukkan transportasi berbasis rel masih memiliki ruang yang sangat besar untuk terus dikembangkan,” ujar Reza.
Ia menambahkan, tren peningkatan jumlah pelanggan dan angkutan barang menjadi indikator semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api.
“Apabila pengembangan jaringan maupun reaktivasi jalur dapat direalisasikan secara bertahap sesuai perencanaan pemerintah, kami optimistis kereta api akan semakin berperan dalam memperkuat konektivitas antardaerah, meningkatkan efisiensi logistik, memperluas akses menuju kawasan wisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. KAI Divre II Sumatera Barat siap mendukung pengembangan perkeretaapian sebagai bagian dari pembangunan transportasi nasional yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tutup Reza.
Sejarah panjang, tingginya kepercayaan masyarakat, serta potensi pengembangan jaringan menjadikan Sumatera Barat memiliki posisi strategis dalam mendukung terwujudnya konektivitas perkeretaapian Pulau Sumatra yang semakin terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.