Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Solok Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodim Sijunjung Kominfo Solok korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88




PADANG — Manajemen PT Bank Nagari secara resmi memberikan klarifikasi strategis terkait Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas operasional perusahaan periode 2023 hingga Triwulan III 2025. Langkah ini menegaskan komitmen bank pembangunan daerah tersebut dalam menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, dan prinsip kehati-hatian perbankan (prudential banking).

Klarifikasi disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, didampingi oleh jajaran Direksi, Komisaris Utama Andri Yulika, serta Dewan Pengawas Syariah Prof. Dr. Rozalinda, M.Ag, CRP, dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bank Nagari, Kamis (4/6).

Komitmen Penuh Terhadap Rekomendasi BPK RI
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menegaskan bahwa pihaknya menghormati dan mendukung penuh audit yang dilakukan oleh BPK RI selaku lembaga negara berwenang. Bagi manajemen, hasil pemeriksaan tertanggal 12 Februari 2026 tersebut merupakan instrumen evaluasi krusial untuk memperkuat sistem pengawasan internal.

“Kami memandang setiap catatan dan rekomendasi BPK sebagai bagian dari pembenahan berkelanjutan. Bank Nagari berkomitmen penuh menindaklanjuti seluruh rekomendasi melalui penyempurnaan kebijakan internal, perbaikan prosedur kerja, hingga penguatan sistem kendali,” ujar Gusti Candra tegas.

Meskipun terdapat sejumlah catatan, LHP BPK RI secara eksplisit menyimpulkan bahwa pengelolaan operasional PT Bank Nagari periode 2023–2025 telah berjalan sesuai dengan peraturan internal dan ketentuan perbankan yang berlaku pada semua hal yang material.

Deteksi Dini Fraud: Bukti Pengawasan Internal Berjalan Efektif

Menanggapi catatan mengenai kasus fraud (kecurangan) di KCP Siberut, KCP Tabek Patah, dan KC Lubukalung, manajemen menyatakan bahwa pengungkapan kasus-kasus tersebut justru menjadi bukti konkret bahwa sistem pengawasan internal perusahaan bekerja secara aktif dan agresif.

Kasus-kasus ini berhasil dibongkar berkat optimalisasi fungsi Whistleblowing System (WBS) dan audit ketat oleh Satuan Kerja Audit Internal (SKAI). Dengan deteksi dini ini, manajemen dapat langsung melakukan langkah mitigasi risiko secara cepat untuk meminimalkan dampak operasional.

Sebagai bentuk respons cepat, Bank Nagari telah mengeksekusi sejumlah langkah konkret:

Aksi Nyata: Menyampaikan Laporan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) kepada BPK Perwakilan Sumatera Barat secara langsung pada 10 April 2026.

Digitalisasi Pemantauan: Melengkapi seluruh dokumen tindak lanjut melalui aplikasi Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanjut (SIPTL) BPK.

Penguatan Risiko: Melakukan evaluasi, penyelamatan kredit, serta memperketat manajemen risiko pada lini pembiayaan dan kepatuhan.

Komisaris Utama: Bank Nagari Adalah Bisnis Kepercayaan

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama PT Bank Nagari, Andri Yulika, mengingatkan bahwa Bank Nagari merupakan pilar strategis yang menggerakkan roda perekonomian Sumatera Barat. Oleh sebab itu, stabilitas dan tingkat kepercayaan publik wajib dijaga secara kolektif.

Andri membeberkan fakta bahwa kepatuhan Bank Nagari terhadap pemenuhan rekomendasi regulator berada di atas rata-rata nasional.

Indikator Kepatuhan Persentase
Target Standar Penyelesaian BPK 85%
Realisasi Tindak Lanjut Bank Nagari 94%

"Industri perbankan sudah sangat terbiasa dengan regulasi yang ketat. Sejak menerima LHP, hampir seluruh rekomendasi telah berhasil kami penuhi," jelas Andri.

Menutup keterangannya, Andri Yulika memberikan peringatan keras terkait pelanggaran internal di tubuh Bank Nagari.

"Terkait fraud, sikap kami sangat tegas: Nol Toleransi (Zero Tolerance). Siapa pun yang terlibat dipastikan menerima sanksi hukum dan sanksi internal yang sangat berat. Ini adalah bisnis kepercayaan, dan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar serta bertanggung jawab akan selalu kami penuhi," pungkasnya.

Penulis Sukra Rahmat Putra 

 

pasamanbarat, netralpost - Dalam upaya menekan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Polres Pasaman Barat Polda Sumatera Barat terus menggencarkan patroli rutin dan penyisiran ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi area aktivitas tambang emas ilegal. Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan pada Senin (1/6/2026) hingga Selasa (2/6/2026) di wilayah Kecamatan Gunung Tuleh.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik mengatakan, patroli tersebut dipimpin langsung Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata bersama Kanit Tipidter Aipda Ilva Yanarida. Kegiatan itu juga melibatkan 20 personel gabungan dari Satreskrim Polres Pasaman Barat yang didukung personel Polsek Gunung Tuleh.

“Patroli ini kita laksanakan secara rutin untuk mempersempit ruang gerak para pelaku maupun pemodal Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih beroperasi di wilayah hukum Polres Pasaman Barat,” ujar Kapolres di ruang kerjanya, Rabu (3/6/2026).

Kapolres menjelaskan, kegiatan diawali dengan apel gabungan di Mapolres Pasaman Barat pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim untuk memberikan arahan serta analisa dan evaluasi (APP) kepada personel yang akan diterjunkan ke lapangan.

Setelah melakukan persiapan, tim bergerak menuju lokasi sasaran. Pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 00.15 WIB, personel gabungan tiba di Simpang Lolo, Jorong Sitabu, Nagari Bahoras, Kecamatan Gunung Tuleh. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menembus kawasan hutan menuju titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas PETI.

“Sekitar pukul 06.00 WIB, personel tiba di lokasi sasaran dan langsung melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk mendeteksi adanya aktivitas PETI,” jelas AKBP Agung Tribawanto.

Dari hasil penyisiran, petugas tidak menemukan aktivitas penambangan yang sedang berlangsung. Namun, tim menemukan sejumlah lubang bekas galian yang diduga merupakan lokasi tambang ilegal. 

Selain itu, petugas juga menemukan beberapa unit pondok semi permanen, box kayu, serta puluhan jerigen minyak yang diduga digunakan sebagai sarana penunjang aktivitas PETI.

Menurut Kapolres, tidak ditemukannya pelaku di lokasi diduga karena keberadaan petugas telah diketahui sebelumnya sehingga para pelaku memilih melarikan diri untuk menghindari penindakan aparat.

“Saat ini tim gabungan masih melakukan penyelidikan terkait kepemilikan pondok dan sejumlah peralatan yang ditemukan di lokasi patroli tersebut,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan agar lokasi tersebut tidak kembali digunakan untuk aktivitas tambang ilegal, petugas dilapangan langsung melakukan pemusnahan terhadap pondok semi permanen, box kayu, dan jeriken minyak yang ditemukan di lokasi dengan cara dibakar.

Kapolres menegaskan bahwa patroli dan penindakan terhadap aktivitas PETI akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Pasaman Barat dalam menegakkan hukum sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dari dampak kerusakan akibat pertambangan ilegal.

“Patroli rutin akan terus kami laksanakan sebagai bentuk penindakan tegas terhadap para pelaku maupun pemodal PETI, khususnya di wilayah hukum Polsek Gunung Tuleh dan wilayah hukum Polres Pasaman Barat secara umum,” tegasnya.

AKBP Agung Tribawanto juga kembali mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas penambangan emas ilegal. Selain melanggar hukum, kegiatan tersebut dinilai dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan ekosistem yang berdampak jangka panjang.

AKBP Agung turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif membantu kepolisian dengan memberikan informasi terkait aktivitas tambang emas ilegal yang masih berlangsung di Kabupaten Pasaman Barat.

“Kami telah membuka layanan pengaduan masyarakat terkait aktivitas tambang emas ilegal di Pasaman Barat. Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan memberikan informasi kepada kepolisian sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan tambang ilegal yang berpotensi merusak ekosistem alam,” tutup Kapolres. (HumasResPasbar)

 


PADANG – Memiliki hunian impian kini terasa semakin menguntungkan. PT Bank Nagari resmi meluncurkan program promosi spesial untuk produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Nagari Griya Madani (NGM). Tidak tanggung-tanggung, bank kebanggaan masyarakat Sumatra Barat ini memanjakan nasabahnya dengan hadiah langsung berupa peralatan rumah tangga premium bernilai hingga Rp5 juta.

Program yang penuh daya tarik ini berlangsung sepanjang tahun, mulai dari Februari hingga 31 Desember 2026. Penawaran spesial ini terbuka lebar, baik bagi nasabah baru yang ingin mengajukan pembiayaan maupun debitur yang ingin melakukan take over (pemindahan) kredit dari bank lain ke Bank Nagari.

Komitmen Memberikan Nilai Tambah bagi Masyarakat

Direktur Keuangan Bank Nagari, Roni Edrian, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan langkah nyata bank dalam memberikan nilai tambah yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

"Kami ingin memberikan apresiasi nyata bagi masyarakat yang mempercayakan kebutuhan huniannya kepada Bank Nagari. Baik itu untuk membeli rumah baru, merenovasi, maupun memindahkan fasilitas kredit perumahan (take over) ke bank kami," ujar Roni.

Beliau juga menegaskan optimisme Bank Nagari terhadap prospek sektor pembiayaan perumahan. Menurutnya, potensi pasar di sektor ini masih sangat besar, sehingga inovasi layanan dan program stimulasi seperti ini perlu terus ditingkatkan demi mendukung kesejahteraan masyarakat.

Fleksibilitas Pembiayaan yang Luas

Sementara itu, Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli, menjelaskan bahwa program promosi ini dirancang dengan skema yang fleksibel dan mencakup berbagai kebutuhan properti nasabah dengan tenor minimal 24 bulan.

Fasilitas pembiayaan yang berhak mendapatkan promo ini meliputi:

Pembelian rumah tinggal
Pembelian rumah toko (ruko) atau toko
Pembiayaan renovasi rumah tinggal
Namun, Hafid memberikan catatan bahwa program ini mengecualikan beberapa produk tertentu, seperti KPR FLPP, MLT BPJS Ketenagakerjaan, serta skema refinancing atau take over yang tidak memenuhi ketentuan teknis internal bank.

Intip Skema Hadiah: Menyesuaikan Plafon, Bebas Pilih Barang

Bagaimana cara mendapatkan hadiahnya? Pemimpin Divisi Pemasaran Bank Nagari, Syafrizal, memaparkan bahwa nilai hadiah yang diterima nasabah bersifat proporsional, yakni disesuaikan dengan besaran realisasi kredit bersih (net).

"Hadiah diberikan berdasarkan pertumbuhan realisasi kredit, yaitu maksimal 0,5 persen dari net realisasi dengan batas atas sebesar Rp5 juta, dan nilai tersebut sudah termasuk pajak," jelas Syafrizal.

Ketentuan pemberian hadiah langsung ini berlaku untuk pembiayaan dengan minimal plafon Rp150 juta. Berikut adalah rincian rentang hadiah menarik yang bisa dibawa pulang:

Nilai Pembiayaan (Plafon) Estimasi Nilai Hadiah Pilihan Jenis Hadiah (Maks. 2 Item)
Rp150 Juta s.d Rp250 Juta Rp750 Ribu – Rp1,25 Juta Kipas Angin, Rice Cooker, dll.
Rp250 Juta s.d Rp500 Juta Rp1,25 Juta – Rp2,5 Juta Mesin Cuci, Televisi (TV), dll.
Di atas Rp500 Juta Rp2,5 Juta – Rp5 Juta Air Conditioner (AC), Kulkas 2 Pintu, dll.

Menariknya, Bank Nagari memberikan kebebasan penuh kepada nasabah untuk memilih sendiri jenis barang elektronik atau peralatan yang mereka butuhkan. Nasabah diperbolehkan memilih maksimal dua item hadiah, selama total nilainya tidak melewati batas nominal yang telah ditetapkan.

Respons Pasar Positif dan Antusias

Sejak digulirkan, program ini langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Berdasarkan data terbaru, Bank Nagari telah mencatatkan 13 rekening pembiayaan baru dengan total plafon mencapai Rp12,67 miliar. Dari total realisasi tersebut, nilai hadiah langsung yang telah disalurkan kepada nasabah yang beruntung sudah menyentuh angka Rp38,31 juta.

Bagi Anda yang ingin mewujudkan rumah impian sekaligus mengisi rumah baru dengan elektronik premium secara gratis, segera kunjungi kantor cabang Bank Nagari terdekat di kota Anda. Jangan lewatkan kesempatan emas ini, karena promo hanya berlaku hingga 31 Desember 2026!




Melalui Program "Bank Nagari Berkurban 2026" dan Inisiatif CSR, Komitmen Memperkuat Ukhuwah dan Berbagi Kebahagiaan Bersama Masyarakat Sumatera Barat Kembali Diteguhkan.

Padang - Keluarga besar PT Bank Nagari kembali menunjukkan komitmen mendalam dan berkelanjutan dalam memperkuat kepedulian sosial serta hubungan emosional yang erat dengan masyarakat. Momentum hari raya keagamaan disikapi secara nyata melalui peluncuran program tahunan yang bertajuk Program Bank Nagari Berkurban 2026. Bertepatan dengan perayaan Iduladha 1447 Hijriah tahun ini, bank kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut sukses menghimpun total hewan kurban yang sangat signifikan, yakni sebanyak 55 ekor sapi dan 5 ekor kambing.

Seluruh hewan kurban yang berhasil dihimpun tersebut bersumber dari kesadaran mulia dan kontribusi aktif internal perusahaan, yang kemudian disinergikan secara apik dengan Program Corporate Social Responsibility (CSR) resmi milik PT Bank Nagari. Langkah kolektif ini mencerminkan semangat gotong royong dan kesadaran sosial yang telah mengakar kuat di dalam budaya kerja korporasi.

Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, dalam keterangan resminya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak di lingkungan internal perusahaan yang telah berpartisipasi. Beliau memaparkan secara rinci bahwa para peserta kurban tahun ini mencakup spektrum yang sangat luas di dalam ekosistem Bank Nagari, mulai dari jajaran karyawan, direksi, Dewan Pengawas Syariah (DPS), koperasi, Isbanda, hingga para pensiunan yang tergabung dalam Dana Pensiun Bank Nagari.

"Untuk pelaksanaan di Kota Padang, dilakukan penyembelihan 13 ekor sapi dan satu ekor kambing yang dipusatkan di halaman Kantor Bank Nagari Cabang Pegambiran," ujar Gusti Candra saat meninjau langsung kegiatan penyembelihan hewan kurban internal Bank Nagari pada Kamis (28/5/2026). Pelaksanaan di Cabang Pegambiran ini menjadi pusat perhatian dan simbol kebersamaan operasional kurban di ibu kota provinsi.

Tidak hanya menyasar lingkungan internal dan masyarakat sekitar kantor operasional utama, kepedulian Bank Nagari juga meluas secara struktural ke berbagai penjuru daerah. Selain dari pelaksanaan ibadah kurban internal tersebut, manajemen Bank Nagari juga secara resmi menyalurkan sebanyak 14 ekor sapi melalui skema program CSR strategis.

Hewan kurban melalui jalur CSR tersebut didistribusikan secara proporsional kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sejumlah masjid jami yang tersebar di wilayah Sumbar, serta ke beberapa mitra kerja strategis yang selama ini berjalan beriringan bersama Bank Nagari dalam memajukan perekonomian daerah. Langkah penyaluran ini diharapkan mampu memperluas jangkauan manfaat pemenuhan pangan dan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan pada hari raya kurban.

Melalui konsistensi pelaksanaan program "Bank Nagari Berkurban 2026" ini, PT Bank Nagari tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban ibadah keagamaan atau formalitas tanggung jawab sosial korporasi belaka. Lebih dari itu, aksi nyata ini merupakan manifestasi dari visi besar bank untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat—menjadi lembaga keuangan yang tidak hanya kokoh secara finansial, namun juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang tulus terhadap kesejahteraan bersama umat. (Adv)


 

Pasaman Barat, Netralpost – Dalam suasana penuh kebanggaan dan semangat kebangsaan yang meriah, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., bersama seluruh jajaran Petugas Juru Reserse (PJU) Tinggi dan para Kapolsek se-Kabupaten Pasaman Barat, mengucapkan selamat menyambut Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada hari Senen (1/6/2026).

Pada momen bersejarah ini, beliau secara khusus menghimbau seluruh personel kepolisian dan masyarakat luas untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai kompas utama dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk membangun wilayah Pasaman Barat yang lebih maju dan sejahtera.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila adalah momen yang sangat penting untuk mengingatkan kembali tentang makna dan peran falsafah dasar negara ini dalam kehidupan berbangsa, termasuk dalam perkembangan wilayah Pasaman Barat.

“Pancasila bukan hanya sekadar kata-kata yang kita ucapkan, tetapi merupakan jiwa yang menghidupi setiap langkah kita dalam menjaga keamanan dan membangun daerah kita yang tercinta,” tegasnya dengan penuh semangat.

“Di tengah keragaman suku, agama, dan budaya yang ada di Pasaman Barat, nilai-nilai Pancasila menjadi pijakan yang kokoh untuk memperkuat tali persatuan, menjaga keharmonisan, serta menggerakkan langkah menuju kemajuan bersama.”

Beliau juga menekankan bahwa sebagai pelindung masyarakat dan penjaga keamanan wilayah, Polres Pasaman Barat akan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh warga Pasaman Barat dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila – gotong royong, keadilan sosial, dan rasa cinta tanah air yang mendalam,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Agung Tribawanto juga mengajak seluruh personel Polres Pasaman Barat, para Kapolsek, PJU, serta masyarakat luas untuk tidak hanya merayakan Hari Lahir Pancasila sebagai acara tahunan semata, tetapi lebih dari itu – mengamalkan nilai-nilainya dalam setiap aspek kehidupan.

“Mari kita jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam berinteraksi dengan tetangga, dalam menjalankan usaha, dalam mengelola desa atau kelurahan, hingga dalam membangun hubungan antarumat beragama yang ada di wilayah kita,” ujarnya dengan nada yang penuh harapan.

Beliau menambahkan bahwa kebhinekaan yang menjadi ciri khas masyarakat Pasaman Barat adalah aset berharga yang harus terus dijaga dengan sepenuh hati.

“Pasaman Barat mampu berkembang karena kita memiliki kekuatan dalam keragaman – dan itu semua menjadi mungkin berkat Pancasila yang menjadi tali penyatu kita semua. Mari kita jadikan nilai-nilai ini sebagai landasan untuk membangun Pasaman Barat yang lebih maju, aman, dan makmur,” pungkasnya.

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, seluruh jajaran Polres Pasaman Barat juga melaksanakan berbagai kegiatan yang memperkuat semangat kebangsaan, seperti penyuluhan tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta pengamanan di berbagai titik strategis se-Kabupaten Pasaman Barat.

Tim juga melakukan kunjungan ke berbagai komunitas dan kelompok masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi dan menyebarkan semangat cinta tanah air yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Kegiatan memperingati Hari Lahir Pancasila ini berlangsung dengan suasana yang penuh kebersamaan dan rasa cinta tanah air yang mendalam, dengan harapan bahwa nilai-nilai Pancasila akan terus hidup dan menjadi panduan bagi setiap langkah kemajuan Kabupaten Pasaman Barat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.(*) 




 

‎PADANG – Perumda Air Minum Kota Padang terus mengerahkan upaya maksimal guna menuntaskan pemasangan Gate Valve DN 350 di kawasan Jalan Gajah Mada, Simpang Tinju. Meski sempat menghadapi kendala teknis akibat kondisi alam di lapangan, perusahaan memastikan pengerjaan krusial ini kembali dilanjutkan pada Minggu malam (31/5/2026) mulai pukul 22.00 WIB.
‎Pemasangan katup pengendali aliran air berdiameter besar ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang Perumda Air Minum Kota Padang. Infrastruktur strategis ini berfungsi untuk meningkatkan fleksibilitas jaringan, mempermudah isolasi saat perbaikan, serta meminimalisasi area terdampak jika terjadi gangguan atau kebocoran di masa depan.
‎Tantangan Teknis di Lapangan

‎Proses pengerjaan yang semula ditargetkan rampung tepat waktu sempat berjalan melambat demi alasan keselamatan. Tim teknis di lapangan menemukan kondisi tanah galian yang sangat berlumpur dan dipenuhi rembesan air dengan tingkat kelembapan tinggi. Kondisi ini memicu risiko longsoran dinding tanah yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja di dalam lubang galian.
‎Merespons situasi tersebut, manajemen Perumda Air Minum Kota Padang memilih langkah preventif dengan memasang bekisting atau penahan dinding galian terlebih dahulu untuk memperkuat struktur tanah.
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menegaskan bahwa keselamatan petugas di lapangan dan kualitas hasil pekerjaan merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar.
‎"Kami tidak ingin mengambil risiko. Jika dinding galian longsor, bukan hanya membahayakan petugas, tetapi juga dapat memperpanjang durasi pekerjaan dan berdampak lebih luas terhadap pelayanan. Penguatan dengan bekisting adalah langkah wajib sebelum pemasangan valve dilanjutkan," ujar Adhie kepada media, Minggu (31/5/2026).
‎Komitmen Pelayanan dan Permohonan Maaf

‎Selama proses penyempurnaan pipa utama ini berlangsung, sejumlah wilayah di Kota Padang dipastikan mengalami penurunan tekanan hingga penghentian sementara pasokan air bersih. Perumda Air Minum Kota Padang sendiri telah melakukan sosialisasi dan menyampaikan pengumuman resmi jauh-jauh hari melalui berbagai kanal komunikasi serta media sosial perusahaan agar pelanggan dapat mengantisipasi kebutuhan air mereka.
‎Manajemen memahami betul bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat vital. Oleh karena itu, seluruh tim teknis disiagakan penuh untuk menyelesaikan pekerjaan ini secepat dan seaman mungkin.
‎"Gangguan yang terjadi saat ini bersifat sementara, tetapi manfaat dari pemasangan infrastruktur ini akan dirasakan dalam jangka panjang. Dengan sistem jaringan yang semakin andal, proses penanganan gangguan di masa depan akan jauh lebih cepat dan efisien," tambah Adhie.
‎Manajemen Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan terdampak atas ketidaknyamanan ini, sekaligus mengapresiasi pengertian dan kerja sama masyarakat demi terwujudnya pelayanan air bersih yang lebih optimal di masa depan.()

 

Netral-Pada hari Sabtu bertepatan dengan malam Minggu hari yang begitu indah dilangit terang bulan yang begitu terang seterang hati Panitia UPA. Bertepatan pada saat ini Panitia UPA menyusun Rapat kedua untuk musyawarah UPA.

Panitia yang hadir saat ini di antaranya, Ketua Pelaksana UPA Hendrizon, SH., MH., Ade Gustari, SH., CPM., Mukhni Wendi, SH., Ronny Liswandi, SH., MH.

Para yang hadir sangat antusias terlaksananya UPA( Ujian Profesi Advokat). Semua Panitia yang hadir menyampaikan saran dan pendapat untuk terlaksananya UPA tersebut.

Hendrizon, SH., MH. selaku ketua pelaksana menyampaikan, bahwa dengan terlaksananya UPA kami Peradi RBA akan melahirkan Pengacara/ Penasehat Hukum yang handal untuk masa depan, jelasnya.

Ditambahkan lagi, agar yang akan lulus bisa lebih profesinal menjalankan tugas profesi advokat.

Ditambahkan oleh anggota Panitia, Ade Gustari, saya sangat mendukung dengan lahirnya advokat baru untuk masa depan agar bermanfaat bagi Masyarakat Sumbar dan Indonsia pada umumnya terutama bagi mereka yang mencari keadilan.

Disela- sela gurau Ade Gustari, SH.,  mengatakan, dengan berkumpul berpendapat untuk satu tujuan agar terlaksananya UPA lancar, aman dan terkendali.

Sebagai Drafting dalam rapat Mukhni Wendi, SH. mengukapkan, dengan alotnya masing- masing anggota Panitia menyampaikan pendapatnya, saya sangat bangga dan menyetujui kesepakatan rapat bersama tanpa ada paksaan.

Ditambahkanya, dengan alotnya masing-masing pendapat anggota panitia maka terciptalah sebuah kesimpulan yang sangat luar biasa.

Anggota Panitia Ronny Liswandi, SH., MH. mengatakan, bahwasanya hasil rapat kedua saat ini menghasilkan buah pikiran sesuai yang kami harapkan bersama.

Tepat jam 23 Wib mufakat Panitia UPA kedua telah tercapai dengan hasil Hasil  rapat kami. (**)

 

PADANG, NETRALPOST — Jagat media sosial kembali dihangatkan oleh pernyataan kontroversial dari Permadi Arya, atau yang lebih dikenal sebagai Abu Janda. Pernyataannya yang menyebut masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) sebagai kelompok yang "barbar" dinilai telah mencederai dan merusak stabilitas hubungan harmonis yang selama ini terjaga dengan baik di Ranah Minang. Ucapan tersebut tak pelak memancing gelombang emosional dan reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat setempat.

​Menanggapi polemik yang bergulir, Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Sumatera Barat, Ricky Alviano, angkat bicara. Mewakili institusinya, Ricky sangat menyayangkan sekaligus mengecam keras pernyataan yang dinilai tidak berdasar tersebut. Menurutnya, tuduhan yang dilontarkan Abu Janda sama sekali tidak mencerminkan realitas objektif kehidupan sosial dan budaya masyarakat Sumatera Barat.

​"Kami sangat menyayangkan serta mengecam pernyataan Abu Janda yang telah menyenggol masyarakat Sumatera Barat dengan mengatakan 'barbar'. Kata 'barbar' itu berkonotasi sangat negatif serta mempunyai makna tidak punya adat dan etika," ujar Ricky dalam keterangan resminya.


​Lebih lanjut, Ricky menegaskan bahwa tuduhan tersebut sangat keliru karena bertolak belakang dengan jati diri masyarakat Minangkabau. Sepanjang sejarah, masyarakat Sumatera Barat justru dikenal sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat, sopan santun, dan falsafah keislaman yang kuat. Oleh karena itu, ia menilai pernyataan Abu Janda tidak memiliki landasan fakta yang jelas dan hanya memperkeruh suasana.

​Ricky juga memberikan klarifikasi tegas mengenai status hubungan antara Abu Janda dan organisasi Banser. Ia menyatakan bahwa meskipun Abu Janda pernah tercatat sebagai anggota, segala tindakan, sikap, dan ucapan yang bersangkutan bersifat pribadi. Apa yang disampaikan oleh Abu Janda sama sekali tidak mencerminkan pandangan resmi organisasi.

​Sebagai penutup, Kasatkorwil Banser Sumbar ini menegaskan bahwa organisasinya menentang secara serius segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah bangsa. "Sikap dan ucapannya tidak mewakili Banser secara struktural maupun kultural. Di Banser, kami tidak pernah diajarkan untuk menghina dan atau merendahkan satu sama lain," pungkas Ricky, sembari mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kedamaian di Sumatera Barat.(*) 


 

Padang, 29 Mei 2026 – Sebagai wujud komitmen dalam menjaga keandalan infrastruktur publik, Perumda Air Minum Kota Padang melakukan penanganan darurat terhadap kebocoran pipa distribusi DN 150 PVC di Jalan Jawa Gadut, Koto Luar, Kota Padang, pada Jumat (29/5).

Langkah preventif ini diambil demi mengamankan tekanan air dan kontinuitas pasokan ke pelanggan. Proses perbaikan teknis ini berdampak pada penghentian aliran air sementara di wilayah Koto Luar, Taratak Permai, Jala Utama, Rindang Alam, Sei Balang, Palimo, hingga sebagian Bandar Buat.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menyampaikan bahwa tim teknis telah bersiaga di lapangan sejak kebocoran teridentifikasi.

"Kami memahami betul bahwa aktivitas harian masyarakat sangat bergantung pada pasokan air bersih. Oleh karena itu, penanganan jaringan utama ini menjadi prioritas utama kami untuk diselesaikan hari ini juga," tegas Adhie, mewakili Direktur Teknik Andri Satria.

Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf atas gangguan kenyamanan yang terjadi. Pelanggan diimbau untuk menampung air secukupnya selama proses normalisasi jaringan berlangsung. Manajemen memastikan transparansi informasi akan terus diberikan secara berkala hingga distribusi air ke rumah-rumah warga kembali stabil.

 


PASAMAN BARAT, NETRALPOST – Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pasaman Barat berhasil meringkus empat pria yang diduga kuat melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I jenis sabu-sabu. Ironisnya, salah satu dari pelaku yang diamankan diketahui merupakan anak dari mantan pejabat daerah di Kabupaten Pasaman Barat.

​Keempat pelaku masing-masing berinisial SY (54), DH (48), AF (27), dan HD (34). Mereka digerebek di sebuah pondok di Jorong Kampung Cubadak, Nagari Lingkuang Aua Timur, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

​Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik, melalui Kasat Resnarkoba Iptu Andhika, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebutkan bahwa para pelaku diringkus sesaat setelah selesai menggelar pesta barang haram tersebut.

​"Benar, para pelaku diamankan ketika selesai melakukan pesta sabu-sabu," ujar Iptu Andhika, Sabtu (30/5/2026).

​Kronologi Penggerebekan

Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan maraknya penyalahgunaan narkotika di kawasan tersebut. Merespons cepat informasi itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian di sekitar lokasi yang dicurigai.

​Penyelidikan petugas akhirnya mengarah pada sebuah pondok milik pelaku SY. Petugas bergerak cepat melakukan penggerebekan dan langsung mengamankan tiga pelaku, yakni DH, AF, dan HD. Di lokasi, polisi menemukan alat hisap (bong) yang baru saja digunakan.

​Tidak berselang lama, pelaku SY datang dari arah rumah menuju pondok tersebut, sehingga petugas langsung mengamankannya.

​"Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan oleh masyarakat setempat, petugas menemukan barang bukti berupa satu paket kecil narkotika jenis sabu-sabu yang dibungkus plastik klip bening," jelas Andhika.

​Selain paket sabu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya, antara lain:

​3 buah mancis dan 3 buah sendok sabu dari pipet plastik.

​4 buah pipet plastik dan 3 buah jarum.

​1 set alat hisap (bong) dari botol air mineral yang masih terpasang kaca pirek berisi sisa sabu.

​3 unit telepon genggam (Oppo A silver, Realme C21Y biru, dan iPhone 12 Pro Max gold).

​Setelah dilakukan tes urine, keempat pelaku dinyatakan positif mengonsumsi metamphetamine (sabu-sabu). Saat ini, para pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolres Pasaman Barat untuk proses penyidikan lebih lanjut.

​Tegas Tanpa Pandang Bulu

Secara terpisah, Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah hukumnya. Ia memastikan proses hukum akan berjalan secara profesional dan transparan, tanpa melihat latar belakang sosial pelaku.

​"Kami akan bekerja secara profesional, transparan, dan tidak pandang bulu dalam menangani kasus ini. Proses hukum yang sedang berjalan akan terus dikawal, dan jika terbukti bersalah, tentu akan kita tindak tegas sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku," tegas AKBP Agung.




 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat masih menyediakan sebanyak 13.884 tempat duduk kereta api lokal selama masa libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk keberangkatan 30 Mei hingga 1 Juni 2026.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode liburan tersebut, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan total 168 perjalanan kereta api lokal dengan kapasitas angkut mencapai 46.752 tempat duduk. Rata-rata setiap harinya tersedia 28 perjalanan KA dengan kapasitas sekitar 7.792 tempat duduk per hari.

Hingga Jumat (29/5), penjualan tiket tercatat telah mencapai 27.037 tiket atau setara 58 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring tingginya minat masyarakat yang memanfaatkan moda transportasi kereta api untuk bepergian selama libur panjang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa ketersediaan tiket masih cukup banyak dan masyarakat diimbau segera melakukan pemesanan agar dapat merencanakan perjalanan dengan pasti dan lebih nyaman.

“KAI mengajak masyarakat untuk segera memesan tiket perjalanan karena ketersediaan tempat duduk masih cukup banyak. Kami memastikan seluruh layanan operasional berjalan optimal dengan mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan,” ujar Reza.

Pemesanan tiket KA Lokal dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal penjualan resmi lainnya. Sementara untuk pembelian langsung di loket stasiun atau go-show, pelanggan dapat melakukan transaksi mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api.

KAI Divre II Sumbar juga terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik selama masa angkutan libur Idul Adha melalui kesiapan operasional, pelayanan pelanggan, serta pengawasan perjalanan kereta api agar tetap aman dan lancar.(*) 

 

Sumatera Barat, netralpost --- Pernyataan yang pernah disampaikan oleh Permadi Arya (Abu Janda) yang menyebut masyarakat Sumatera Barat atau Minangkabau sebagai "barbar" merupakan pernyataan yang sangat keliru, tidak bijaksana, dan berpotensi melukai perasaan jutaan masyarakat Minang di seluruh Indonesia maupun di perantauan.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman, kita tentu berhak berbeda pendapat dalam persoalan politik, sosial, maupun kebangsaan. Namun, perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk memberikan label negatif kepada suatu suku, budaya, atau kelompok masyarakat tertentu.

Masyarakat Minangkabau dikenal sebagai salah satu kelompok etnis yang memiliki tradisi intelektual yang kuat. Dari Ranah Minang lahir banyak tokoh nasional yang berkontribusi besar terhadap kemerdekaan dan pembangunan Indonesia. Nilai "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" telah membentuk karakter masyarakat yang menjunjung musyawarah, pendidikan, dan penghormatan terhadap sesama.

Dalam pandangan masyarakat Minang, kritik terhadap seseorang atau kelompok tertentu adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, ketika kritik berubah menjadi generalisasi terhadap seluruh masyarakat Sumatera Barat, maka hal tersebut dianggap sebagai bentuk ketidakadilan dalam berpikir. Tidak ada satu pun suku di Indonesia yang dapat dinilai hanya berdasarkan tindakan sebagian kecil anggotanya.

Secara logika, pernyataan yang menggeneralisasi jutaan penduduk Sumatera Barat sebagai "barbar" merupakan sebuah kekeliruan berpikir atau hasty generalization (generalisasi terburu-buru). Jika ada beberapa individu yang memiliki sikap atau pandangan tertentu, tidak berarti seluruh masyarakat yang berasal dari daerah yang sama memiliki karakter yang identik. Cara berpikir seperti ini justru bertentangan dengan prinsip rasionalitas dan keadilan.

Lebih jauh lagi, sejarah membuktikan bahwa masyarakat Minangkabau memiliki kontribusi besar dalam membangun peradaban bangsa. Budaya merantau, tradisi pendidikan, kemampuan berdagang, serta semangat berorganisasi telah melahirkan banyak tokoh yang memperjuangkan persatuan Indonesia. Menyematkan stigma "barbar" kepada masyarakat yang memiliki sejarah panjang dalam membangun bangsa tentu tidak memiliki dasar yang kuat.

Sebagai Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran bersama. Ruang publik harus diisi dengan dialog yang santun, argumentasi yang sehat, dan penghormatan terhadap keberagaman. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu melahirkan ujaran yang merendahkan identitas suatu suku atau daerah.

Masyarakat Minang tidak membutuhkan kemarahan untuk membuktikan martabatnya. Sejarah, budaya, pendidikan, dan kontribusi nyata kepada bangsa sudah menjadi jawaban yang paling kuat. Karena itu, mari kita terus menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan, dan menolak segala bentuk stereotip yang dapat memecah belah anak bangsa.

Minangkabau bukanlah "barbar". Minangkabau adalah bagian penting dari mozaik Indonesia yang telah memberikan banyak warna bagi perjalanan bangsa ini. (*) 

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.