Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Solok Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodim Sijunjung Kominfo Solok korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88

 

‎PADANG – Perumda Air Minum Kota Padang terus mengerahkan upaya maksimal guna menuntaskan pemasangan Gate Valve DN 350 di kawasan Jalan Gajah Mada, Simpang Tinju. Meski sempat menghadapi kendala teknis akibat kondisi alam di lapangan, perusahaan memastikan pengerjaan krusial ini kembali dilanjutkan pada Minggu malam (31/5/2026) mulai pukul 22.00 WIB.
‎Pemasangan katup pengendali aliran air berdiameter besar ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang Perumda Air Minum Kota Padang. Infrastruktur strategis ini berfungsi untuk meningkatkan fleksibilitas jaringan, mempermudah isolasi saat perbaikan, serta meminimalisasi area terdampak jika terjadi gangguan atau kebocoran di masa depan.
‎Tantangan Teknis di Lapangan

‎Proses pengerjaan yang semula ditargetkan rampung tepat waktu sempat berjalan melambat demi alasan keselamatan. Tim teknis di lapangan menemukan kondisi tanah galian yang sangat berlumpur dan dipenuhi rembesan air dengan tingkat kelembapan tinggi. Kondisi ini memicu risiko longsoran dinding tanah yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja di dalam lubang galian.
‎Merespons situasi tersebut, manajemen Perumda Air Minum Kota Padang memilih langkah preventif dengan memasang bekisting atau penahan dinding galian terlebih dahulu untuk memperkuat struktur tanah.
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menegaskan bahwa keselamatan petugas di lapangan dan kualitas hasil pekerjaan merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar.
‎"Kami tidak ingin mengambil risiko. Jika dinding galian longsor, bukan hanya membahayakan petugas, tetapi juga dapat memperpanjang durasi pekerjaan dan berdampak lebih luas terhadap pelayanan. Penguatan dengan bekisting adalah langkah wajib sebelum pemasangan valve dilanjutkan," ujar Adhie kepada media, Minggu (31/5/2026).
‎Komitmen Pelayanan dan Permohonan Maaf

‎Selama proses penyempurnaan pipa utama ini berlangsung, sejumlah wilayah di Kota Padang dipastikan mengalami penurunan tekanan hingga penghentian sementara pasokan air bersih. Perumda Air Minum Kota Padang sendiri telah melakukan sosialisasi dan menyampaikan pengumuman resmi jauh-jauh hari melalui berbagai kanal komunikasi serta media sosial perusahaan agar pelanggan dapat mengantisipasi kebutuhan air mereka.
‎Manajemen memahami betul bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat vital. Oleh karena itu, seluruh tim teknis disiagakan penuh untuk menyelesaikan pekerjaan ini secepat dan seaman mungkin.
‎"Gangguan yang terjadi saat ini bersifat sementara, tetapi manfaat dari pemasangan infrastruktur ini akan dirasakan dalam jangka panjang. Dengan sistem jaringan yang semakin andal, proses penanganan gangguan di masa depan akan jauh lebih cepat dan efisien," tambah Adhie.
‎Manajemen Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan terdampak atas ketidaknyamanan ini, sekaligus mengapresiasi pengertian dan kerja sama masyarakat demi terwujudnya pelayanan air bersih yang lebih optimal di masa depan.()

 

Netral-Pada hari Sabtu bertepatan dengan malam Minggu hari yang begitu indah dilangit terang bulan yang begitu terang seterang hati Panitia UPA. Bertepatan pada saat ini Panitia UPA menyusun Rapat kedua untuk musyawarah UPA.

Panitia yang hadir saat ini di antaranya, Ketua Pelaksana UPA Hendrizon, SH., MH., Ade Gustari, SH., CPM., Mukhni Wendi, SH., Ronny Liswandi, SH., MH.

Para yang hadir sangat antusias terlaksananya UPA( Ujian Profesi Advokat). Semua Panitia yang hadir menyampaikan saran dan pendapat untuk terlaksananya UPA tersebut.

Hendrizon, SH., MH. selaku ketua pelaksana menyampaikan, bahwa dengan terlaksananya UPA kami Peradi RBA akan melahirkan Pengacara/ Penasehat Hukum yang handal untuk masa depan, jelasnya.

Ditambahkan lagi, agar yang akan lulus bisa lebih profesinal menjalankan tugas profesi advokat.

Ditambahkan oleh anggota Panitia, Ade Gustari, saya sangat mendukung dengan lahirnya advokat baru untuk masa depan agar bermanfaat bagi Masyarakat Sumbar dan Indonsia pada umumnya terutama bagi mereka yang mencari keadilan.

Disela- sela gurau Ade Gustari, SH.,  mengatakan, dengan berkumpul berpendapat untuk satu tujuan agar terlaksananya UPA lancar, aman dan terkendali.

Sebagai Drafting dalam rapat Mukhni Wendi, SH. mengukapkan, dengan alotnya masing- masing anggota Panitia menyampaikan pendapatnya, saya sangat bangga dan menyetujui kesepakatan rapat bersama tanpa ada paksaan.

Ditambahkanya, dengan alotnya masing-masing pendapat anggota panitia maka terciptalah sebuah kesimpulan yang sangat luar biasa.

Anggota Panitia Ronny Liswandi, SH., MH. mengatakan, bahwasanya hasil rapat kedua saat ini menghasilkan buah pikiran sesuai yang kami harapkan bersama.

Tepat jam 23 Wib mufakat Panitia UPA kedua telah tercapai dengan hasil Hasil  rapat kami. (**)

 

PADANG, NETRALPOST — Jagat media sosial kembali dihangatkan oleh pernyataan kontroversial dari Permadi Arya, atau yang lebih dikenal sebagai Abu Janda. Pernyataannya yang menyebut masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) sebagai kelompok yang "barbar" dinilai telah mencederai dan merusak stabilitas hubungan harmonis yang selama ini terjaga dengan baik di Ranah Minang. Ucapan tersebut tak pelak memancing gelombang emosional dan reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat setempat.

​Menanggapi polemik yang bergulir, Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Sumatera Barat, Ricky Alviano, angkat bicara. Mewakili institusinya, Ricky sangat menyayangkan sekaligus mengecam keras pernyataan yang dinilai tidak berdasar tersebut. Menurutnya, tuduhan yang dilontarkan Abu Janda sama sekali tidak mencerminkan realitas objektif kehidupan sosial dan budaya masyarakat Sumatera Barat.

​"Kami sangat menyayangkan serta mengecam pernyataan Abu Janda yang telah menyenggol masyarakat Sumatera Barat dengan mengatakan 'barbar'. Kata 'barbar' itu berkonotasi sangat negatif serta mempunyai makna tidak punya adat dan etika," ujar Ricky dalam keterangan resminya.


​Lebih lanjut, Ricky menegaskan bahwa tuduhan tersebut sangat keliru karena bertolak belakang dengan jati diri masyarakat Minangkabau. Sepanjang sejarah, masyarakat Sumatera Barat justru dikenal sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat, sopan santun, dan falsafah keislaman yang kuat. Oleh karena itu, ia menilai pernyataan Abu Janda tidak memiliki landasan fakta yang jelas dan hanya memperkeruh suasana.

​Ricky juga memberikan klarifikasi tegas mengenai status hubungan antara Abu Janda dan organisasi Banser. Ia menyatakan bahwa meskipun Abu Janda pernah tercatat sebagai anggota, segala tindakan, sikap, dan ucapan yang bersangkutan bersifat pribadi. Apa yang disampaikan oleh Abu Janda sama sekali tidak mencerminkan pandangan resmi organisasi.

​Sebagai penutup, Kasatkorwil Banser Sumbar ini menegaskan bahwa organisasinya menentang secara serius segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah bangsa. "Sikap dan ucapannya tidak mewakili Banser secara struktural maupun kultural. Di Banser, kami tidak pernah diajarkan untuk menghina dan atau merendahkan satu sama lain," pungkas Ricky, sembari mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kedamaian di Sumatera Barat.(*) 


 


PASAMAN BARAT, NETRALPOST – Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pasaman Barat berhasil meringkus empat pria yang diduga kuat melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I jenis sabu-sabu. Ironisnya, salah satu dari pelaku yang diamankan diketahui merupakan anak dari mantan pejabat daerah di Kabupaten Pasaman Barat.

​Keempat pelaku masing-masing berinisial SY (54), DH (48), AF (27), dan HD (34). Mereka digerebek di sebuah pondok di Jorong Kampung Cubadak, Nagari Lingkuang Aua Timur, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

​Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik, melalui Kasat Resnarkoba Iptu Andhika, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebutkan bahwa para pelaku diringkus sesaat setelah selesai menggelar pesta barang haram tersebut.

​"Benar, para pelaku diamankan ketika selesai melakukan pesta sabu-sabu," ujar Iptu Andhika, Sabtu (30/5/2026).

​Kronologi Penggerebekan

Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan maraknya penyalahgunaan narkotika di kawasan tersebut. Merespons cepat informasi itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian di sekitar lokasi yang dicurigai.

​Penyelidikan petugas akhirnya mengarah pada sebuah pondok milik pelaku SY. Petugas bergerak cepat melakukan penggerebekan dan langsung mengamankan tiga pelaku, yakni DH, AF, dan HD. Di lokasi, polisi menemukan alat hisap (bong) yang baru saja digunakan.

​Tidak berselang lama, pelaku SY datang dari arah rumah menuju pondok tersebut, sehingga petugas langsung mengamankannya.

​"Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan oleh masyarakat setempat, petugas menemukan barang bukti berupa satu paket kecil narkotika jenis sabu-sabu yang dibungkus plastik klip bening," jelas Andhika.

​Selain paket sabu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya, antara lain:

​3 buah mancis dan 3 buah sendok sabu dari pipet plastik.

​4 buah pipet plastik dan 3 buah jarum.

​1 set alat hisap (bong) dari botol air mineral yang masih terpasang kaca pirek berisi sisa sabu.

​3 unit telepon genggam (Oppo A silver, Realme C21Y biru, dan iPhone 12 Pro Max gold).

​Setelah dilakukan tes urine, keempat pelaku dinyatakan positif mengonsumsi metamphetamine (sabu-sabu). Saat ini, para pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolres Pasaman Barat untuk proses penyidikan lebih lanjut.

​Tegas Tanpa Pandang Bulu

Secara terpisah, Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah hukumnya. Ia memastikan proses hukum akan berjalan secara profesional dan transparan, tanpa melihat latar belakang sosial pelaku.

​"Kami akan bekerja secara profesional, transparan, dan tidak pandang bulu dalam menangani kasus ini. Proses hukum yang sedang berjalan akan terus dikawal, dan jika terbukti bersalah, tentu akan kita tindak tegas sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku," tegas AKBP Agung.




 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat masih menyediakan sebanyak 13.884 tempat duduk kereta api lokal selama masa libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk keberangkatan 30 Mei hingga 1 Juni 2026.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode liburan tersebut, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan total 168 perjalanan kereta api lokal dengan kapasitas angkut mencapai 46.752 tempat duduk. Rata-rata setiap harinya tersedia 28 perjalanan KA dengan kapasitas sekitar 7.792 tempat duduk per hari.

Hingga Jumat (29/5), penjualan tiket tercatat telah mencapai 27.037 tiket atau setara 58 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring tingginya minat masyarakat yang memanfaatkan moda transportasi kereta api untuk bepergian selama libur panjang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa ketersediaan tiket masih cukup banyak dan masyarakat diimbau segera melakukan pemesanan agar dapat merencanakan perjalanan dengan pasti dan lebih nyaman.

“KAI mengajak masyarakat untuk segera memesan tiket perjalanan karena ketersediaan tempat duduk masih cukup banyak. Kami memastikan seluruh layanan operasional berjalan optimal dengan mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan,” ujar Reza.

Pemesanan tiket KA Lokal dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal penjualan resmi lainnya. Sementara untuk pembelian langsung di loket stasiun atau go-show, pelanggan dapat melakukan transaksi mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api.

KAI Divre II Sumbar juga terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik selama masa angkutan libur Idul Adha melalui kesiapan operasional, pelayanan pelanggan, serta pengawasan perjalanan kereta api agar tetap aman dan lancar.(*) 

 

Sumatera Barat, netralpost --- Pernyataan yang pernah disampaikan oleh Permadi Arya (Abu Janda) yang menyebut masyarakat Sumatera Barat atau Minangkabau sebagai "barbar" merupakan pernyataan yang sangat keliru, tidak bijaksana, dan berpotensi melukai perasaan jutaan masyarakat Minang di seluruh Indonesia maupun di perantauan.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman, kita tentu berhak berbeda pendapat dalam persoalan politik, sosial, maupun kebangsaan. Namun, perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk memberikan label negatif kepada suatu suku, budaya, atau kelompok masyarakat tertentu.

Masyarakat Minangkabau dikenal sebagai salah satu kelompok etnis yang memiliki tradisi intelektual yang kuat. Dari Ranah Minang lahir banyak tokoh nasional yang berkontribusi besar terhadap kemerdekaan dan pembangunan Indonesia. Nilai "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" telah membentuk karakter masyarakat yang menjunjung musyawarah, pendidikan, dan penghormatan terhadap sesama.

Dalam pandangan masyarakat Minang, kritik terhadap seseorang atau kelompok tertentu adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, ketika kritik berubah menjadi generalisasi terhadap seluruh masyarakat Sumatera Barat, maka hal tersebut dianggap sebagai bentuk ketidakadilan dalam berpikir. Tidak ada satu pun suku di Indonesia yang dapat dinilai hanya berdasarkan tindakan sebagian kecil anggotanya.

Secara logika, pernyataan yang menggeneralisasi jutaan penduduk Sumatera Barat sebagai "barbar" merupakan sebuah kekeliruan berpikir atau hasty generalization (generalisasi terburu-buru). Jika ada beberapa individu yang memiliki sikap atau pandangan tertentu, tidak berarti seluruh masyarakat yang berasal dari daerah yang sama memiliki karakter yang identik. Cara berpikir seperti ini justru bertentangan dengan prinsip rasionalitas dan keadilan.

Lebih jauh lagi, sejarah membuktikan bahwa masyarakat Minangkabau memiliki kontribusi besar dalam membangun peradaban bangsa. Budaya merantau, tradisi pendidikan, kemampuan berdagang, serta semangat berorganisasi telah melahirkan banyak tokoh yang memperjuangkan persatuan Indonesia. Menyematkan stigma "barbar" kepada masyarakat yang memiliki sejarah panjang dalam membangun bangsa tentu tidak memiliki dasar yang kuat.

Sebagai Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran bersama. Ruang publik harus diisi dengan dialog yang santun, argumentasi yang sehat, dan penghormatan terhadap keberagaman. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu melahirkan ujaran yang merendahkan identitas suatu suku atau daerah.

Masyarakat Minang tidak membutuhkan kemarahan untuk membuktikan martabatnya. Sejarah, budaya, pendidikan, dan kontribusi nyata kepada bangsa sudah menjadi jawaban yang paling kuat. Karena itu, mari kita terus menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan, dan menolak segala bentuk stereotip yang dapat memecah belah anak bangsa.

Minangkabau bukanlah "barbar". Minangkabau adalah bagian penting dari mozaik Indonesia yang telah memberikan banyak warna bagi perjalanan bangsa ini. (*) 

 

Pasbar, netralpost - Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat mendalami dua orang pelaku dalam kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar yang ditangkap oleh tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres setempat di dua lokasi berbeda, pada Selasa (26/5).

"Kami masih melakukan pendalaman guna mengetahui kemungkinan adanya jaringan ataupun keterlibatan pihak lain dalam distribusi BBM ilegal tersebut," kata Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto di Simpang Empat, Rabu.

Dia menegaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Pasaman Barat dalam memberantas segala bentuk penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.

“BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, dan penyalahgunaannya tentu merugikan masyarakat luas dan negara. Kami akan terus melakukan pengawasan serta penindakan terhadap praktik-praktik ilegal seperti ini,” ujarnya.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi, apabila menemukan aktivitas mencurigakan terkait distribusi BBM, segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.

"Saat ini, seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pasaman Barat untuk proses penyidikan dan penegakan hukum lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ujar Agung.

Kepala Satuan Reskrim Polres Pasaman Barat Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata menyebutkan penangkapan terhadap kedua pelaku terkait dugaan penyalahgunaan BBM subsidi masing-masing berinisial WA (58) dan RR (24).

"Keduanya saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Pasaman Barat guna menjalani proses hukum lebih lanjut," katanya.

Dia mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari hasil penyelidikan intensif yang dilakukan jajaran Satuan Reskrim Polres Pasaman Barat terkait dugaan praktik penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.

Dirinya bersama Kepala Unit (Kanit) Kanit Tipidter Aipda Ilva Yanarida, Kanit Opsnal Ipda Algino Ganaro serta anggota kepolisian mengamankan pelaku WA di rumah milik pelaku yang berada di Jorong Jambak, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo.

Sedangkan pelaku RR diamankan petugas di SPBU Sarik sewaktu pelaku antrian di stasiun pengisian BBM jenis pertalite.

"Kedua pelaku memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksinya. Pelaku WA diketahui berperan sebagai pemilik tempat, pemilik kendaraan sekaligus penyedia modal. Sedangkan pelaku RR bertugas sebagai sopir kendaraan yang digunakan untuk melangsir BBM bersubsidi," ujarnya.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku RR menggunakan kendaraan roda empat merek Isuzu Panther warna merah maron dengan nomor polisi BA 1947 SW yang telah dimodifikasi menggunakan tangki berkapasitas besar lengkap dengan kran dan selang untuk memudahkan proses pengisian maupun pemindahan BBM.

"Setelah dikumpulkan, BBM subsidi tersebut dipindahkan ke jerigen dan disimpan di belakang rumah lokasi penangkapan sebelum dipasarkan kembali kepada pengecer," kata dia.

Dia menjelaskan berdasarkan hasil interogasi awal, para pelaku diketahui mampu mengumpulkan ratusan liter BBM subsidi, baik jenis biosolar maupun pertalite, untuk dijual kembali ke warung-warung pengecer.

Pelaku memperoleh BBM jenis solar dengan harga Rp6.800 per liter, kemudian dijual kembali mulai dari Rp12.500 hingga Rp13.000 per liter. Dari praktik tersebut, pelaku diperkirakan memperoleh keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

Dari lokasi penangkapan, kepolisian mengamankan barang bukti berupa 262 liter BBM jenis solar yang tersimpan dalam 13 jerigen, satu unit mobil Isuzu Panther warna merah maron nomor polisi BA 1947 SW dan selang minyak.

"Lalu ada corong minyak, serta barcode Pertamina yang diduga digunakan dalam aktivitas tersebut," ujarnya.

Atas perbuatannya, kata dia, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, Jo Pasal 20 huruf c Jo Pasal 21 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun.(*) 


 

Padang, netralpost – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, suasana religius dan penuh kebersamaan kian terasa di tengah masyarakat Kota Padang. Hari raya yang juga dikenal sebagai Lebaran Haji ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum krusial untuk memperkuat tali persaudaraan melalui ibadah penyembelihan hewan kurban. Bagi umat Muslim, esensi Idul Adha terletak pada ketulusan meneladani Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

​Lebih dari sekadar ritual keagamaan, ibadah kurban memuat dimensi sosial yang sangat kental. Melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat, khususnya golongan yang membutuhkan, tercipta jembatan kepedulian yang meruntuhkan sekat-sekat sosial. Aktivitas ini secara nyata mampu menumbuhkan rasa empathy, mengikis ketimpangan, serta memastikan bahwa kebahagiaan hari raya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan warga di pelosok kota.

​Di era modern saat ini, makna kurban terus bertransformasi menjadi simbol kerelaan mengorbankan kepentingan pribadi demi kemaslahatan bersama. Masyarakat diajak untuk "menyembelih" sifat egois, keserakahan, dan ketidakpedulian terhadap sesama. Dengan mengedepankan semangat berbagi, Idul Adha menjadi momentum emas untuk merekatkan kembali persatuan warga dan bergotong-royong menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun sosial.

​Antusiasme warga Kota Padang dalam menyambut Idul Adha tahun ini terlihat dari persiapan pengadaan hewan kurban di berbagai masjid dan mushala. Pengurus rumah ibadah bersama kepanitiaan lokal tampak sibuk memastikan seluruh proses, mulai dari kesehatan hewan hingga distribusi daging, berjalan dengan tertib dan higienis. Sinergi ini mencerminkan tingginya nilai kebersamaan yang masih mengakar kuat di dalam kebudayaan masyarakat.

​Pemerintah Kota Padang pun turut memberikan perhatian penuh terhadap kekhusyukan dan kelancaran perayaan hari besar ini. Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju M. Chaniago, SSTP, M.Si, menyampaikan bahwa momentum Idul Adha harus dijadikan pijakan untuk meningkatkan kualitas iman dan keikhlasan dalam berbakti kepada masyarakat luas. Menurutnya, esensi kurban adalah modal sosial yang sangat besar untuk membangun kota yang lebih harmonis.

​"Semoga semangat berkurban menumbuhkan keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan demi kebaikan kita semua. Taqabbalallahu minna wa minkum," ujar Raju M. Chaniago saat memberikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H, Minal 'Aidin wal-Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Beliau berharap esensi kurban ini tidak luntur setelah perayaan usai, melainkan tetap membekas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Padang.(*) 


 

Pasaman Barat, netralpost – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik memimpin langsung kegiatan penyembelihan hewan kurban yang digelar di halaman Mapolres Pasaman Barat, Rabu (27/5/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, dihadiri oleh para PJU, Ketua Bhayangkari Ny. Panca Agung, Kapolsek sejajaran, para perwira, personel Polres serta pengurus Bhayangkari Cabang Pasaman Barat.

Sebelum proses penyembelihan dimulai, Kapolres Pasaman Barat menyerahkan secara simbolis hewan kurban kepada Kabag SDM Kompol Tarpi Niswar selaku Ketua Panitia Hari Raya Idul Adha Polres Pasaman Barat. Penyerahan tersebut menjadi tanda dimulainya rangkaian kegiatan penyembelihan hewan kurban tahun ini.


Kapolres dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan kurban merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan keluarga besar Polres Pasaman Barat terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.


“Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan dan pengorbanan. Melalui kurban ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan,” ujar Kapolres.


Usai penyerahan simbolis, panitia bersama personel Polres Pasaman Barat langsung melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Tahun ini, Polres Pasaman Barat menyembelih sebanyak lima ekor sapi dan satu ekor kambing.


AKBP Agung menjelaskan, seluruh proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam dengan tetap memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, serta kelayakan distribusi daging kurban kepada masyarakat penerima manfaat.


Setelah proses pemotongan selesai, daging kurban dikemas untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima. Selain warga di sekitar lingkungan Mapolres Pasaman Barat, pendistribusian juga menjangkau masyarakat di 11 kecamatan di wilayah Kabupaten Pasaman Barat.


Menurut Kapolres, pendistribusian dilakukan dengan melibatkan personel Bhabinkamtibmas agar penyaluran tepat sasaran dan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.


“Sasaran utama penyaluran adalah warga sekitar yang berhak menerima, termasuk masyarakat kurang mampu di lingkungan sekitar Mapolres Pasaman Barat serta masyarakat di 11 kecamatan lainnya dengan menggerakkan personel Bhabinkamtibmas agar dalam penyaluran tepat sasaran,” jelasnya.


AKBP Agung menambahkan, kegiatan sosial keagamaan tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat serta memperkuat kehadiran Polri sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.


Suasana kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung. Personel dan panitia saling bergotong royong mulai dari proses penyembelihan, pengemasan hingga pendistribusian daging kurban kepada masyarakat.


“Kegiatan kurban ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial Polres Pasaman Barat terhadap masyarakat. Semoga melalui kegiatan ini, hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat, serta membawa keberkahan dan manfaat bagi semua pihak,” pungkas Kapolres. (*)


Pulau Punjung, NETRALPOST – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Dharmasraya kembali menjadi momentum sakral yang membawa pesan mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat. Lebih dari sekadar ritual tahunan penyembelihan hewan ternak, ibadah kurban di tahun ini dimaknai secara mendalam sebagai instrumen penting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat tatanan sosial di wilayah berjuluk Ranah Cati Nan Tigo ini. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam prosesi ini menjadi cermin kekuatan gotong royong warga lokal. 

Bagi masyarakat Dharmasraya, pelaksanaan kurban memegang peranan besar dalam menjembatani kesenjangan sosial di tengah lingkungan. Melalui distribusi daging kurban yang menyasar fakir miskin, yatim piatu, dan dhuafa, kebahagiaan hari raya dapat dirasakan secara merata tanpa ada sekat pembatas. Keikhlasan warga yang mampu untuk menyisihkan sebagian harta mereka demi berbagi menjadi bukti nyata berjalannya fungsi empati sosial yang diajarkan dalam syariat Islam. 

Di sisi lain, momentum Idul Adha kali ini juga dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antarwarga pasca-berbagai dinamika pembangunan daerah. Berbagai lapisan masyarakat, mulai dari wilayah perkampungan hingga pusat ibu kota kabupaten di Pulau Punjung, tampak bahu-membahu mengelola posko pemotongan hewan kurban dengan penuh sukacita. Tradisi koperatif ini dinilai ampuh dalam meredam potensi konflik sosial sekaligus memperkokoh persatuan bangsa di tingkat akar rumput. 

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya secara konsisten terus mendorong agar esensi ibadah ini diimplementasikan dalam kehidupan birokrasi dan pelayanan publik. Nilai pengorbanan, kepatuhan, dan ketulusan yang diwariskan oleh kisah Nabi Ibrahim AS diharapkan mampu diadopsi oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum dalam berkontribusi bagi kemajuan daerah. Dengan demikian, kurban tidak berhenti pada tataran ibadah personal, melainkan berdampak pada transformasi sosial. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dharmasraya, Medison, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa nilai-nilai kurban harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membangun kepedulian terhadap sesama warga. "Momentum hari raya kurban ini hendaknya menjadi sarana bagi kita semua untuk meningkatkan keimanan, memupuk kepedulian sosial, serta mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat," ujar Medison saat memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan rangkaian ibadah Idul Adha di daerah tersebut. 

Lebih lanjut, Sekda Medison juga mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat Idul Adha sebagai pemantik dalam memperkuat kolaborasi demi kesejahteraan bersama. Ia berharap kebersamaan yang terjalin erat saat merayakan hari besar keagamaan ini dapat terus dipelihara guna mendukung program pembangunan daerah. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, kami mengimbau agar nilai keikhlasan dari ibadah kurban ini terus melekat dalam aktivitas sehari-hari, sehingga harmoni dan kedamaian selalu menyertai langkah keluarga kita menuju Dharmasraya yang lebih maju," pungkasnya. (Nofri_tanjung)

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyediakan sebanyak 46.752 tempat duduk selama masa libur panjang dan Hari Raya Idul Adha 1447 H pada periode 27 Mei hingga 1 Juni 2026. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 7.792 tempat duduk per hari untuk melayani kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Barat.

Penyediaan kapasitas ini merupakan bentuk kesiapan KAI dalam mengantisipasi peningkatan volume perjalanan masyarakat yang memanfaatkan momen libur panjang untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun melakukan perjalanan bersama keluarga.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan KAI terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, dan dapat diandalkan selama masa libur panjang.

“Pada momentum libur Idul Adha ini, KAI Divre II Sumbar memastikan seluruh layanan operasional berjalan optimal guna memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan menyenangkan bagi pelanggan. Kereta api kini semakin diminati masyarakat karena praktis, ekonomis, nyaman, dan bebas dari kemacetan jalan raya,” ujar Reza.

Untuk mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal, yaitu KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–Bandara Internasional Minangkabau (BIM), KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayu Tanam–Padang.

KA Pariaman Ekspres yang melayani 10 perjalanan setiap hari masih menjadi pilihan favorit masyarakat dan wisatawan karena memberikan akses mudah menuju kawasan wisata Pantai Gandoriah Pariaman. Dengan tarif yang terjangkau sebesar Rp5.000, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang cepat, aman, dan nyaman tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas selama masa libur.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres melayani 12 perjalanan setiap hari dan menjadi moda transportasi strategis yang menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau dengan pusat Kota Padang. Selain mendukung mobilitas masyarakat umum, layanan ini juga dimanfaatkan untuk perjalanan wisata edukatif maupun rombongan pelajar melalui layanan tiket rombongan yang praktis dan efisien.

Adapun KA Lembah Anai melayani enam perjalanan per hari dengan relasi Kayu Tanam–Padang. Sepanjang perjalanan, pelanggan dapat menikmati panorama alam khas Sumatera Barat, mulai dari hamparan perbukitan, aliran sungai, hingga suasana pedesaan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.

“Kehadiran kereta api lokal di Sumatera Barat tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari dukungan KAI terhadap pengembangan sektor pariwisata, pertumbuhan ekonomi daerah, serta mobilitas masyarakat yang lebih berkelanjutan,” tambah Reza.

Berdasarkan data sementara pemesanan tiket KA Lokal per 26 Mei 2026 untuk periode keberangkatan 27 Mei hingga 1 Juni 2026, tercatat sebanyak 6.500 tiket telah terjual atau sekitar 14 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan. Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat seiring masih berlangsungnya periode penjualan tiket dan tingginya minat masyarakat untuk bepergian selama libur panjang.

Untuk mempermudah pelanggan, tiket KA Lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI. Penjualan tiket dilakukan secara bertahap mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan.

Reza juga mengimbau masyarakat untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi KAI guna menghindari potensi penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami mengimbau pelanggan untuk melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya yang telah bekerja sama dengan KAI. Saat ini tiket masih tersedia dan masyarakat dapat merencanakan perjalanannya dengan lebih mudah dan aman,” jelas Reza.

Dengan keandalan jadwal keberangkatan dan kedatangan yang terus dijaga, KAI memastikan pelanggan dapat menikmati perjalanan yang aman, tertib, nyaman, dan menyenangkan selama masa libur Idul Adha.

“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan angkutan penumpang, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun ketepatan waktu perjalanan. Kami juga akan terus menyesuaikan kapasitas dan pola operasi guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya pada periode dengan permintaan tinggi seperti long weekend dan hari besar keagamaan,” tutup Reza.(*) 

 

Pasaman Barat, netralpost -- Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), meringkus pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Pelaku berinisial RE (43), diringkus oleh petugas di Jorong Batang Tian Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K mengatakan, penangkapan terhadap pelaku RE, berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP/B/104/V/2026/SPKT/Polres Pasaman Barat/Polda Sumatera Barat tanggal 10 Mei 2026.

"Pelaku diduga melakukan pencurian satu unit sepeda motor satu unit sepeda motor merk Honda Stylo warna cream Nomor Polisi BA 6691 SAE milik orang tuanya bernama Asnam," katanya.

Diterangkan, peristiwa tersebut terjadi di rumah orang tuanya, yang berada di Pasaman Baru Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Sepeda motor tersebut dibawa kabur oleh pelaku, saat sedang terparkir di teras rumah orang tuanya menggunakan kunci remot ganda yang diambil di dalam kamar adik pelaku pada April 2026.

"Mengetahui sepeda motor sudah tidak berada di tempat semula, korban (orang tua pelaku) melaporkan peristiwa itu ke SPKT Polres Pasaman Barat," terangnya.

Setelah melalui tahapan penyelidikan, petugas mendapat informasi dari salah satu teman anak korban melihat sepeda motor tersebut dikuasai oleh orang lain.

"Setelah ditelusuri, sepeda motor itu digadaikan oleh pelaku kepada seseorang yang beralamat di Batang Tian Pasaman Baru senilai Rp. 5 juta," tuturnya.

Berdasarkan bukti permulaan yang cukup, petugas memperoleh informasi bahwa pelaku sedang berada di rumah temannya di Jorong Batang Tian Kecamatan Pasaman.

"Untuk menghindari petugas, pelaku sempat bersembunyi di tempat yang gelap di sekitar area rumah temannya, namun pelaku berhasil diringkus oleh tim Opsnal tanpa perlawanan," ucapnya.

Kasat Reskrim menjelaskan, pelaku mengakui perbuatannya, dan telah melakukan perbuatan yang sama sebanyak empat kali, namun keluarga tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian.

"Pelaku nekat mencuri sepeda motor karena merasa sakit hati tidak diberi uang oleh orang tuanya. Sementara uang hasil gadai sepeda motor digunakan untuk biaya kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Ditambahkan, petugas menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Honda Stylo warna cream Nomor Polisi BA 6691 SAE.

"Pelaku beserta barang bukti telah di bawa ke Mapolres Pasaman Barat untuk proses hukum lebih lanjut," pungkasnya. 

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf e Jo Pasal 481 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (HumasResPasbar)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.