Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Solok Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodim Sijunjung Kominfo Solok korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat Medan mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88

 

LIMA PULUH KOTA, NETRALPOST — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres 50 Kota mengeluarkan imbauan tegas bagi seluruh pengguna jalan guna mengantisipasi lonjakan angka kecelakaan lalu lintas selama musim penghujan. Tingginya intensitas hujan belakangan ini dinilai memicu kerawanan di jalan raya akibat permukaan aspal yang licin serta menurunnya jarak pandang para pengendara secara drastis.

​Dalam mengedukasi masyarakat, pihak kepolisian merilis lima poin utama yang wajib dipatuhi demi menjaga keselamatan bersama. Poin-poin tersebut meliputi kewajiban untuk mengurangi kecepatan kendaraan, menyalakan lampu utama agar mempermudah visibilitas pengguna jalan lain, hingga memeriksa kelaikan kondisi kendaraan—terutama ban, rem, wiper, dan lampu—sebelum melakukan perjalanan.

​Selain kesiapan kendaraan, para pengendara sepeda motor juga diwajibkan untuk menggunakan perlengkapan hujan yang aman, seperti jas hujan dan helm bervisor jernih. Pihak Satlantas juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap genangan air di jalan raya, mengingat lubang dalam atau kerusakan jalan sering kali tidak terlihat akibat tertutup luapan air.

​Kampanye keselamatan ini terus digalakkan secara masif, baik melalui penempatan personel di titik-titik rawan maupun melalui pembagian materi edukasi visual di media sosial. Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan fatalitas kecelakaan dan menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan berkendara di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama.

​Kapolres 50 Kota melalui Kasatlantas Iptu Zarwiko menegaskan bahwa cuaca ekstrem menuntut fokus dan konsentrasi ekstra dari setiap pengemudi. "Hujan turun membuat jalanan menjadi sangat licin dan membatasi jarak pandang kita. Kami meminta dengan sangat agar seluruh masyarakat mengutamakan keselamatan hingga sampai di tujuan, bukan kecepatan," ujar Iptu Zarwiko saat memberikan keterangannya.

L

​Lebih lanjut, Iptu Zarwiko mengingatkan agar para pengendara tidak ragu untuk menepi dan beristirahat jika intensitas hujan dirasa sudah terlalu lebat dan membahayakan keselamatan. "Kunci utama menghadapi musim hujan ini adalah antisipasi dan kewaspadaan. Mari bersama-sama kita jaga ketertiban di jalan raya, karena keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.(*) 


 

MENTAWAI, NETRALPOST - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatra Barat (Sumbar) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ribuan ekor ikan hias ilegal di perairan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Senin (11/5/2026) dini hari. Selain mengamankan muatan, polisi turut menyita satu unit kapal dan menahan lima orang anak buah kapal (ABK).

Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, mengungkapkan bahwa ribuan ikan tersebut rencananya akan dikirim ke Bali sebelum diekspor ke luar negeri.

“Ikan hias ini dikemas dalam 1.000 kantong plastik berisi air laut dan oksigen. Total ada sekitar 2.000 ekor dari berbagai jenis,” ujar Brigjen Pol Solihin saat memberikan keterangan di Padang, didampingi Dirpolairud AKBP Ibnu Bagus Santoso.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai aktivitas penangkapan ikan ilegal yang meresahkan. Personel Subdit Gakkum Ditpolairud kemudian melakukan patroli dan mencurigai gerak-gerik KM Antel GT 15 di perairan Sikakap.

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan ribuan ikan hias di dalam palka kapal. Nakhoda kapal tidak mampu menunjukkan dokumen atau surat izin resmi penangkapan maupun pengangkutan ikan hias.

“Kapal ini memiliki izin untuk menangkap ikan tuna, namun faktanya digunakan untuk mengambil ikan hias secara ilegal. Praktik ini sudah mereka jalankan sejak tahun 2016,” tambah Solihin.

Berdasarkan hasil interogasi, para pelaku menangkap ikan dengan cara menyelam menggunakan alat bantu pernapasan dari mesin kompresor, metode yang tidak hanya ilegal tetapi juga membahayakan nyawa nelayan.

Ikan-ikan tersebut rencananya akan dijual kepada pengepul di kawasan Bungus, Kota Padang, dengan harga Rp25.000 per ekor. Dari Padang, komoditas laut ini dikirim ke Provinsi Bali dan diekspor ke negara tetangga seperti Singapura. Di pasar internasional, harga ikan tersebut melonjak drastis hingga ratusan ribu rupiah per ekor.

Wakapolda menyayangkan aksi eksploitasi ini karena merusak daya tarik wisata dan kelestarian hayati Mentawai.

“Mentawai memiliki banyak titik selam yang menjadi incaran wisatawan asing. Aksi penangkapan ilegal ini merusak keindahan ekosistem laut kita,” tegasnya.

Saat ini, kelima pelaku beserta barang bukti KM Antel GT 15 dan ribuan ikan hias telah diamankan di kantor Ditpolairud Polda Sumbar untuk proses hukum lebih lanjut.

Polda Sumbar mengimbau masyarakat dan nelayan untuk menghentikan segala bentuk eksploitasi hasil laut tanpa izin. Kepolisian berkomitmen akan terus menindak tegas praktik illegal fishing guna menjaga keseimbangan ekosistem laut di wilayah Sumatra Barat. (*) 


 

PADANG, NETRALPOST — Guna memaksimalkan pelayanan dan memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatra Barat (Sumbar) kembali gencar menyosialisasikan keberadaan Call Center 110. Layanan cepat tanggap ini disediakan sebagai pusat pengaduan dan informasi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian secara mendesak, khususnya yang berkaitan dengan situasi darurat di jalan raya di seluruh wilayah hukum Sumatra Barat.

​Layanan Call Center 110 ini merupakan manifestasi nyata dari tugas pokok kepolisian, yaitu melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Kehadiran saluran komunikasi terintegrasi ini diharapkan dapat memangkas waktu respons petugas di lapangan saat menerima laporan dari warga. Dengan demikian, setiap insiden yang terjadi di jalan raya dapat segera ditangani secara cepat, tepat, dan terukur demi meminimalisasi risiko yang tidak diinginkan.

​Salah satu keunggulan utama dari layanan ini adalah aksesibilitasnya yang tanpa batas. Masyarakat dapat menghubungi nomor Call Center 110 kapan saja karena beroperasi penuh selama 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Selain itu, layanan darurat ini bersifat gratis atau bebas pulsa, sehingga tidak akan membebani warga yang sedang berada dalam kondisi panik atau membutuhkan pertolongan segera dari pihak berwajib.

​Masyarakat Sumatra Barat diimbau untuk tidak ragu memanfaatkan nomor tunggal ini apabila mengalami, melihat, atau mengetahui adanya gangguan keamanan dan ketertiban. Mulai dari peristiwa kecelakaan lalu lintas, kemacetan parah yang mengunci arus jalan, tindak kriminalitas di jalan raya, hingga kebutuhan akan pengawalan darurat, semuanya dapat dilaporkan secara langsung melalui saluran telepon darurat ini.

​Melalui sosialisasi yang masif ini, Ditlantas Polda Sumbar berharap masyarakat dapat menyimpan nomor darurat ini di ponsel masing-masing. Namun, pihak kepolisian juga mengingatkan agar fasilitas publik yang sangat penting ini dipergunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Warga dilarang keras melakukan panggilan palsu (prank call) atau memberikan informasi bohong yang dapat mengganggu jalannya pelayanan bagi masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., Direktur Lalu Lintas Polda Sumatra Barat mengatakan bahwa, ​"Layanan Call Center 110 ini adalah komitmen kami untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, memberikan perlindungan dan kemudahan akses tanpa sekat. Kami dari Ditlantas Polda Sumbar mengimbau seluruh warga Sumatra Barat untuk memanfaatkan fasilitas gratis 24 jam ini dengan bijak demi terciptanya Kamseltibcarlantas yang kondusif. Jangan ragu melapor, karena keselamatan dan kenyamanan Anda di jalan raya adalah prioritas utama kami."(*)

 

​PADANG, NETRALPOST — Memasuki masa liburan, antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata atau sekadar berkumpul bersama keluarga di berbagai wilayah Sumatra Barat diprediksi akan mengalami peningkatan. Guna mengantisipasi lonjakan arus kendaraan dan menekan angka kecelakaan, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh pengguna jalan tetap mengutamakan keselamatan dan mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku selama menikmati masa libur.

​Pihak kepolisian mengingatkan bahwa esensi dari liburan adalah untuk menyegarkan pikiran dan bersenang-senang, namun hal tersebut tidak boleh membuat pengendara abai terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Kelalaian sekecil apa pun di jalan raya dapat berdampak fatal. Oleh karena itu, kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan agar momen liburan tidak berubah menjadi petaka.

​Bagi para pengendara roda dua, Ditlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. menekankan pentingnya penggunaan helm standar nasional Indonesia (SNI) yang terpasang dan terkunci dengan benar. Selain pelindung kepala, kelengkapan surat-surat kendaraan seperti STNK dan SIM juga wajib dipastikan aman dan siap dibawa sebelum memulai perjalanan guna menghindari kendala administratif di jalan raya.

​Tidak kalah penting, kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan harus tetap dijaga dengan disiplin tinggi. Para pengemudi diminta untuk tidak saling mendahului secara ugal-ugalan, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta menahan diri agar tidak berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan, terutama saat melintasi jalur-jalur rawan kecelakaan di wilayah Sumatra Barat.

​Ditlantas Polda Sumbar juga menyisipkan pesan menyentuh agar para pengendara selalu mengingat keluarga yang menanti di rumah. Keselamatan harus menjadi prioritas utama karena ada orang-orang tersayang yang mengharapkan kepulangan kita membawa cerita bahagia, bukan kabar duka. Menjadi pelopor keselamatan di jalan raya adalah cerminan dari pengendara yang cerdas dan bertanggung jawab.

​"Kami dari Ditlantas Polda Sumbar mengucapkan selamat menikmati liburan kepada seluruh masyarakat Sumatra Barat. Kami sangat berharap masyarakat dapat menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) dengan penuh kesadaran. Ingatlah, liburan yang aman akan melahirkan keluarga yang bahagia. Mari kita jadikan jalan raya tempat yang aman bagi semua, patuhi petunjuk petugas di lapangan, dan jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas demi kebaikan kita bersama."(*)

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional perjalanan kereta api melalui pelaksanaan perawatan sarana secara berkala dan berkesinambungan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, KAI Divre II Sumbar melaksanakan pemeriksaan kelaikan dan kesiapoperasian (Rhamcheck) sarana dan kelengkapan standar pelayanan minimum (SPM) bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang dan Pemeriksaan Detail Serentak Safety Critical Personnel (SCP) sarana yang melibatkan jajaran manajemen serta petugas teknis sarana di seluruh wilayah operasional Divre II Sumbar. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan perkeretaapian berada dalam kondisi optimal dan laik operasi.

Saat Pemeriksaan Detail Serentak Safety Critical Personnel (SCP)Tim sarana dan manajemen KAI Divre II Sumbar melaksanakan inspeksi langsung ke sejumlah lokasi penting, seperti emplasemen Stasiun Padang, Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif Padang, Depo Kereta Padang, serta lokasi stabling lainnya. Pemeriksaan meliputi pengecekan kebersihan sarana, kondisi pendingin udara (AC), sistem pengereman, perangkat keselamatan, hingga kesiapan operasional armada.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif Padang, Depo Kereta Padang, dan Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus memiliki peran penting dalam menjaga keandalan armada melalui perawatan berkala lokomotif, kereta, dan gerbong serta KRD.

“Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif dan Depo Kereta Padang serta Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus berkontribusi terhadap kesiapan operasional kereta api melalui perawatan sarana secara berkala. Tujuannya untuk menjaga keandalan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api di wilayah Divre II Sumbar,” ujar Reza.

Untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan perjalanan kereta api, KAI Divre II Sumbar menerapkan sejumlah strategi dan inovasi, antara lain:

* Pemeliharaan Preventif, yaitu pelaksanaan perawatan berkala agar lokomotif dan kereta selalu dalam kondisi optimal sebelum dioperasikan. Pemeriksaan kereta meliputi komponen bogie, pegas, axle box, roda, bearing, sistem pengereman, serta komponen teknis lainnya. Sementara pemeriksaan lokomotif meliputi kabin masinis, sistem pengereman, perangkat pengendali, dan peralatan keselamatan.

* Peningkatan Kompetensi SDM, melalui pelatihan rutin dan sertifikasi bagi teknisi perawatan guna menjaga standar kualitas pekerjaan dan keselamatan operasional.

* Penerapan Teknologi Digital, dengan memanfaatkan aplikasi mobile, dashboard berbasis web, serta checksheet digital untuk memantau jadwal dan status perawatan sarana secara real-time.

Reza menambahkan bahwa seluruh perawatan periodik dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan agar seluruh sarana dapat beroperasi secara optimal dan melayani pelanggan tanpa kendala.

“Perawatan sarana tidak hanya berfungsi menjaga keandalan operasional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Lokomotif, kereta, dan gerbong yang dirawat dengan standar tinggi akan meminimalisir potensi gangguan teknis selama perjalanan,” tambah Reza.

Dalam mendukung proses perawatan sarana, KAI Divre II Sumbar juga terus melakukan peningkatan fasilitas depo dan kesiapsiagaan penanganan darurat. Salah satunya melalui penyediaan rerailing jack equipment untuk mendukung proses evakuasi sarana yang mengalami anjlokan.

Selain itu, sejumlah peningkatan fasilitas juga dilakukan, antara lain normalisasi ukuran balok tumpuan untuk rerailing jack equipment agar proses evakuasi lebih efisien, peningkatan kualitas peralatan kerja otomatis (electric tools), serta kalibrasi berkala alat ukur guna menjaga standar perawatan tetap optimal.

“Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam layanan perkeretaapian. Oleh karena itu, setiap kegiatan perawatan, pemeriksaan, hingga rampcheck selalu kami lakukan secara ketat agar seluruh armada layak operasi dan memenuhi standar keamanan,” jelas Reza.

KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, andal, dan selamat bagi seluruh pelanggan.

“Kami ingin memastikan setiap perjalanan kereta api tidak hanya aman, tetapi juga memberikan kenyamanan maksimal bagi pelanggan. Perawatan yang dilakukan bukan sekadar memenuhi standar teknis, melainkan juga wujud kepedulian KAI Divre II Sumbar terhadap kepercayaan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi andalan,” tutup Reza.(*) 

 

Pasaman Barat, netralpost --- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), meringkus dua orang pelaku yang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam.

Pelaku diketahui masing-masing berinisial RD (21) dan RT (40). Keduanya berhasil diringkus di daerah Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 23.20 WIB.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kasatreskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K membenarkan penangkapan terhadap kedua pelaku berinisial RD dan RT tersebut.

Dikatakan, penangkapan terhadap kedua pelaku berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/76/III/2026/SPKT/Polres Pasaman Barat/ Polda Sumbar, tanggal 31 Maret 2026," ujarnya, Jumat (15/5/2026).

"Kedua pelaku tersebut sebelumnya melarikan diri setelah melakukan penganiayaan disertai dengan penusukan menggunakan senjata tajam terhadap korban bernama Awaluddin," ujarnya.

Kasatreskrim menerangkan, peristiwa tersebut terjadi di Jorong Kartini Nagari Muaro Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan hasil interogasi, kedua pelaku melakukan tindakan penganiayaan dengan cara memukul dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau dapur.

"Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri dan membuang barang bukti berupa satu buah pisau ke sungai Batang Saman," terangnya.

Menindaklanjuti laporan korban, Satreskrim Polres Pasaman Barat langsung melakukan penyelidikan, serta meminta keterangan para saksi yang melihat kejadian tersebut.

"Setelah melalui rangkaian proses penyelidikan dan berdasarkan bukti permulaan yang cukup, tim Opsnal langsung melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku," ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kedua pelaku diketahui berada di daerah Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

"Tim Opsnal di bawah pimpinan Ipda Algino Ganaro langsung berangkat menuju Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau pada Selasa (12/5/2026)," tuturnya.

Lanjutnya, setelah berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Tandun Polres Rokan Hulu Polda Riau, kedua pelaku diketahui sedang berada di sebuah warung sate milik keluarganya.

"Kedua pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 23.20 WIB, di warung sate milik keluarganya di daerah Tandun Kabupaten Rokan Hulu Riau," ucapnya.

Dijelaskan, dihadapan petugas, kedua pelaku mengakui perbuatannya, sedangkan barang bukti satu buah pisau dapur yang digunakan untuk menusuk korban dibuang oleh pelaku RD ke sungai Batang Saman, setelah melakukan aksinya.

"Belum diketahui motif dari perbuatan kedua pelaku, petugas masih melakukan pendalaman atas kasus tersebut," pungkasnya.

Saat ini, kedua pelaku telah berada di Mapolres Pasaman Barat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 262 ayat (1), Pasal 466 ayat (2) KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (HumasResPasbar)

PADANG, NETRALPOST – Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat menindaklanjuti instruksi Wali Kota Padang, Fadly Amran, untuk melakukan percepatan pemulihan infrastruktur daerah irigasi pascabencana.

Pengerjaan fisik secara permanen ditargetkan sudah dapat dilaksanakan mulai pertengahan Juli 2026 mendatang. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat, terutama para petani, tidak lagi merasakan dampak bencana yang berkepanjangan terhadap lahan produktif mereka.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, menegaskan bahwa perbaikan ini merupakan bagian dari arahan Wali Kota Padang agar dilakukan percepatan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak.

"Tujuannya supaya masyarakat terdampak tidak merasakan lagi kondisi bencana sebelumnya, dan infrastruktur yang rusak bisa segera diperbaiki," ujar Malvi Hendri, Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan perencanaan teknis, sebanyak 16 titik daerah irigasi akan menjadi fokus utama pengerjaan fisik permanen yang mencakup:

Bendung Limau Manis; Rekonstruksi Bendung Beringin (meliputi wilayah Lubuk Sarik, Beringin, dan Lubuk Hantu); Bendung D.I. Kapalo Hilalang; Bendung D.I. Sei Latung; Bendung D.I. Sei Guo. Bendung Rasak Bungo; Bendung Koto Lalang;

Rekonstruksi Bendung Batu Busuk (wilayah Sungkai I dan Pasa Lalang); D.I. Lubuk Lagan, D.I. Guo Atas, D.I. Lubuk Minturun, D.I. Lubuk Laweh; serta D.I. Lolo dan D.I. Lolo 2.

Saat ini, Dinas PUPR Kota Padang tengah merampungkan tahap perencanaan yang ditargetkan selesai pada akhir Mei ini. Hal tersebut dilakukan agar proses pengadaan dapat segera dilaksanakan dan kontrak kerja ditandatangani pada pekan kedua Juli.

"Penanganan sebelumnya telah dilakukan melalui skema Operasi dan Pemeliharaan (OP) sebagai langkah sementara agar air tetap mengalir. Namun, untuk pengerjaan permanen ditargetkan sudah mulai berjalan sepenuhnya pada pertengahan Juli mendatang," katanya.

Guna mendukung instruksi percepatan tersebut, Pemko Padang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp226 miliar yang difokuskan untuk memulihkan produktivitas masyarakat melalui perbaikan infrastruktur jalan, drainase, dan irigasi. (Taufik/Charlie)

 

Padang, netralpost --- Perwakilan Ombudsman RI Sumatera Barat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di RSUD Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya, (14/5/2026). 

Sidak ini dilakukan dalam rangka perluasan akses pengawasan Ombudsman dalam memastikan tata kelola pelayanan kesehatan di rumah sakit milik daerah berjalan dengan baik dan optimal. 

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi, memimpin langsung kegiatan tersebut, dengan didampingi langsung oleh Direktur RSUD Sungai Dareh, dr. Neza, M.Kes. 

Ia bersama tim memeriksa sejumlah titik layanan mulai dari loket pendaftaran, Instalasi Gawat Darurat [IGD], hingga ruang layanan poli klinik.

“Fokus kami adalah melihat langsung bagaimana pelayanan diberikan kepada masyarakat, mendengar keluh kesah pasien dan juga mengumpulkan saran serta masukan dari masyarakat untuk perbaikan tata kelola layanan  kesehatan di RSUD Sungai Dareh kedepanya" Pungkas Adel. 

Temuan di Lapangan

Dari hasil sidak, tim Ombudsman Sumbar menemukan beberapa hal yang menjadi sorotan dan perlu segera ditindaklanjuti oleh manajemen RSUD Sungai Dareh.

Diantaranya, masih ada dokter yang belum datang hingga pukul 10.00 WIB dengan alasan masih sarapan dan hari hujan. Kondisi ini terlihat pada Poli Gigi, Poli Anak dan Poli Umum. Padahal, pasien sudah menunggu dan mendaftar sejak pukul 08.00 WIB. 

Tentu ini merupakan alasan yang terlalu di buat-buat dan menunjukan pelaksana  pelayanan publik belum berorientasi pada integritas dan profesionalisme pelayanan. 

Dalam kesempatan tersebut, Tim Ombudsman juga menerima layanan konsultasi dari pasien maupun keluarga pasien. 

Beberapa keluhan pasien yang menjadi sorotan Ombudsman antara lain yaitu air yang kotor di toilet RSUD, Kekosongan layanan spesialis jantung, lamanya waktu layanan pengambilan obat hingga menghabiskan watu tunggu sampai 3 jam, hingga antrian layanan pendaftaran mandiri yang terlalu panjang. 

Dorongan Perbaikan

Ombudsman Sumbar secara langsung telah menyampaikan hasil sidak dan keluhan kepada Direktur Rumah Sakit beserta jajaran. 

Catatan dan keluhan pasien ini mesti dilihat sebagai asupan dan pencerahan guna memperbaiki layanan rumah sakit kedepan. 

Keluhan masyarakat tidak boleh dilihat sebagai gangguan atau mencari-cari kesalahan, melainkan adalah wujud partisipapasi/kepedulian publik untuk menghadirkan pelayanan yang berkualitas. 

Kepada Ombudsman, Direktur RSUD Sungai Dareh menyatakan siap menindaklanjuti setiap catatan yang diberikan oleh Ombudsman. 

Direktur RSUD juga berkomitmen bahwa seluruh masukan akan dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan layanan dan meningkatkan kualitas layanan rumah sakit. (*) 


 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada 14–17 Mei 2026. Pada masa angkutan long weekend tersebut, KAI Divre II Sumbar menyediakan total 28.432 tempat duduk atau rata-rata 7.108 tempat duduk setiap harinya untuk melayani mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Kesiapan kapasitas ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi meningkatnya pergerakan masyarakat yang memanfaatkan momen libur panjang untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun melakukan perjalanan bersama keluarga.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa KAI terus berupaya menghadirkan layanan transportasi publik yang tidak hanya andal dari sisi operasional, tetapi juga mampu memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi pelanggan.

“KAI berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang selamat, tepat waktu, dan nyaman selama masa libur panjang. Kami melihat antusiasme masyarakat terhadap transportasi kereta api terus meningkat karena dinilai praktis, ekonomis, dan bebas dari kemacetan jalan raya,” ujar Reza.

Untuk mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal, yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM, KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayu Tanam–Padang.

KA Pariaman Ekspres yang melayani 10 perjalanan setiap hari tetap menjadi pilihan favorit masyarakat dan wisatawan karena memberikan akses mudah menuju kawasan wisata Pantai Gandoriah Pariaman. Dengan tarif terjangkau sebesar Rp5.000, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang cepat dan nyaman tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas saat libur panjang.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres melayani 12 perjalanan per hari dengan relasi BIM–Pulau Aie dan menjadi moda transportasi strategis yang menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau dengan pusat Kota Padang. Kereta ini juga mendukung aktivitas wisata edukatif dan perjalanan rombongan pelajar melalui layanan tiket rombongan yang praktis dan efisien.

Adapun KA Lembah Anai melayani enam perjalanan setiap hari dengan relasi Kayu Tanam–Padang. Sepanjang perjalanan, pelanggan dapat menikmati panorama alam khas Sumatera Barat yang menjadi daya tarik tersendiri, mulai dari hamparan perbukitan hingga suasana pedesaan yang asri.

“Kehadiran kereta api lokal di Sumatera Barat tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari upaya mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi daerah, dan mobilitas masyarakat yang lebih berkelanjutan,” tambah Reza.

Selain meningkatkan kapasitas layanan, KAI Divre II Sumbar juga terus memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas operasional agar perjalanan kereta api tetap berjalan lancar selama masa angkutan libur panjang. Pemeriksaan rutin terhadap rangkaian kereta dan fasilitas pelayanan dilakukan guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan.

Untuk kemudahan pemesanan, tiket KA lokal dapat dibeli melalui aplikasi Access by KAI mulai H-7 sebelum keberangkatan. KAI juga mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi guna menghindari potensi penipuan.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kereta api sebagai pilihan transportasi selama long weekend. Selain nyaman dan terjangkau, perjalanan dengan kereta api juga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan menyenangkan,” tutup Reza.(*) 




 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Melalui berbagai program edukatif, KAI Divre II Sumbar berupaya menanamkan budaya tertib dan kecintaan terhadap transportasi publik sejak usia dini.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, pada Rabu (13/5) KAI Divre II Sumbar menerima kunjungan edukasi dari 88 siswa SD Plus Lillah di Stasiun Padang. Kegiatan ini dipandu oleh petugas frontliner Stasiun Padang, tim Angkutan Penumpang dan tim Humas Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa KAI memberikan kesempatan kepada rombongan sekolah maupun wisata edukasi untuk memperoleh pengalaman langsung mengenal dunia perkeretaapian melalui layanan perjalanan rombongan.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengenal kereta api sebagai moda transportasi massal yang aman, nyaman, tertib, dan ramah lingkungan. Edukasi seperti ini penting untuk membangun kesadaran menggunakan transportasi publik sejak usia dini,” ujar Reza.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan berbagai materi edukatif mengenai dunia perkeretaapian, mulai dari pengenalan profesi petugas KAI, fasilitas stasiun, tata cara pemesanan tiket, proses boarding, hingga pengalaman naik kereta api. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak-anak.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan di area perkeretaapian, seperti larangan bermain di jalur rel, kewajiban mematuhi aturan di stasiun, serta pentingnya membiasakan budaya tertib saat menggunakan transportasi publik.

Sebagai informasi, KAI Divre II Sumbar juga melayani pembelian tiket rombongan untuk perjalanan KA Lokal dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Rombongan minimal berjumlah 20 orang.

2. Surat permohonan diajukan paling awal 14 hari dan paling lambat 8 hari sebelum jadwal keberangkatan.

3. Surat permohonan memuat:

    * Nama rombongan

    * Nama perwakilan dan nomor telepon yang dapat dihubungi

    * Jumlah anggota rombongan

    * Daftar anggota rombongan beserta nomor identitas/NIK

    * Jadwal keberangkatan

    * Relasi perjalanan

4.Penumpang usia 3 tahun ke atas wajib memiliki tiket dan identitas/NIK.

5.⁠Anak di bawah 3 tahun yang menggunakan tempat duduk sendiri wajib memiliki tiket.

6.Pembayaran dilakukan melalui virtual account.

7.Setelah pembayaran lunas, akan dibuat berita acara kesepakatan.

8.Tiket rombongan yang telah dibayar tidak dapat dibatalkan, diubah jadwal, maupun diubah jumlah penumpangnya.

9.Penumpang rombongan wajib hadir minimal 30 menit sebelum keberangkatan.

10.Perwakilan rombongan akan dihubungi petugas loket setelah tiket selesai dicetak.

11. Seluruh peserta rombongan wajib mematuhi ketentuan dan peraturan KAI yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, KAI Divre II Sumbar berharap dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak dalam mengenal transportasi publik sekaligus menanamkan nilai keselamatan, kedisiplinan, dan budaya tertib sejak dini.

“Kereta api diharapkan tidak hanya menjadi pilihan transportasi utama masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, menyenangkan, dan berkesan bagi semua kalangan,” tutup Reza.(*) 


 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan dan keandalan operasional perjalanan kereta api melalui pelaksanaan pemeriksaan detail serta perawatan intensif sarana dan prasarana perkeretaapian di seluruh wilayah operasional Divre II Sumbar.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan perjalanan kereta api akibat cuaca ekstrem yang dapat berubah secara tiba-tiba, termasuk risiko banjir, longsor, amblesan tanah, hingga pergerakan kontur tanah pada sejumlah titik rawan di wilayah Sumatera Barat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Divre II Sumbar melaksanakan Pemeriksaan Detail Serentak Safety Critical Personnel (SCP) Prasarana yang melibatkan seluruh jajaran manajemen serta petugas teknis prasarana.

Kegiatan diawali dengan briefing di Ruang Buya Hamka yang dipimpin oleh Manager Operasi Fasilitas Angkutan dan Pengendalian Perjalanan KA, Acep S Manan. Dalam arahannya disampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan seluruh aspek operasional perkeretaapian berjalan sesuai standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan yang telah ditetapkan.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap operasional kereta api serta berbagai elemen vital prasarana perkeretaapian, meliputi kondisi rel seperti rel retak, rel patah, rel gompel, bantalan, profil ballast, sistem penambat, hingga sambungan rel. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan geometri jalur, ruang bebas, ruang manfaat jalur, lingkungan sekitar jalur rel yang tertutup tanaman liar, pemeriksaan lengkung, wesel, jembatan, terowongan, sistem persinyalan, serta berbagai fasilitas pendukung operasional lainnya.

Khusus pada jembatan dan bangunan pendukung, pemeriksaan difokuskan pada kondisi lendutan, stabilitas konstruksi, dan daya dukung terhadap operasional perjalanan kereta api. Sementara pada sistem persinyalan, pemeriksaan dilakukan guna memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal sehingga dapat mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa kondisi geografis wilayah Sumatera Barat pada beberapa petak jalur memiliki potensi pergerakan kontur tanah, terutama saat intensitas hujan tinggi. Oleh karena itu, KAI terus meningkatkan langkah-langkah mitigasi preventif guna menjaga keandalan jalur kereta api.

“Petugas prasarana bersama tim manajemen secara berkala melakukan pemetaan prioritas perawatan dan inspeksi berjalan kaki di seluruh wilayah operasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan jalur tetap aman dilalui perjalanan kereta api,” ujar Reza.

Selain penguatan aspek teknis, KAI Divre II Sumbar juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur rel serta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu operasional perjalanan kereta api.

Menurut Reza, sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional kereta api, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami berkomitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan melalui langkah-langkah preventif yang dilakukan secara konsisten. Seluruh unit operasional KAI Divre II Sumbar akan terus bersiaga penuh untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman, andal, dan selamat,” tutup Reza.(*) 


 

PADANG, NETRALPOST – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tancap gas memperkuat ekosistem ekonomi syariah dengan target ambisius: menjadi pusat industri halal terkemuka di Indonesia bagian barat. Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov kini tengah mematangkan rencana penerbitan Sukuk Daerah sebagai solusi pembiayaan pembangunan.

​Rencana strategis ini dipaparkan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dalam rapat bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Istana Gubernur, Senin (11/5).

​"Penerbitan sukuk ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pembiayaan pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal," tegas Mahyeldi.

Gubernur mengungkapkan bahwa penetrasi ekonomi syariah di Sumbar menunjukkan tren positif. Hingga tahun 2025, tingkat inklusi keuangan syariah di Ranah Minang telah menyentuh angka 92,14 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh performa Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari yang mencatatkan kenaikan signifikan pada sisi pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Bukan sekadar teori, integrasi ekonomi syariah diwujudkan melalui penetapan kawasan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi sebagai zona Halal Life Style. Kawasan ini dirancang menjadi pusat pembelajaran ekonomi syariah sekaligus pembinaan karakter generasi muda melalui berbagai program seperti Klinik Konsultasi Motivasi Muda (KLIK MEMO).

Di sektor pariwisata, Sumbar kini mengukuhkan posisi di tiga besar destinasi wisata halal terbaik di Indonesia. Keberadaan 566 desa wisata yang tersebar di berbagai kabupaten/kota menjadi motor penggerak utama dalam menarik kunjungan wisatawan berbasis budaya dan syariah.

​Selain penguatan sektor wisata, Pemprov juga terus mempercepat digitalisasi transaksi melalui QRIS Syariah untuk UMKM dan masjid, serta memperluas program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) bagi para pelaku usaha lokal.

​"Penguatan ekonomi syariah adalah bagian penting pembangunan daerah sekaligus mempertegas identitas Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK)," pungkas Mahyeldi.(*) 


Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.