Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus konsisten memperkuat komitmen keselamatan perjalanan kereta api melalui pendekatan edukatif. Mengusung tajuk "Sapa Sekolah", menyambangi siswa-siswi SDN 04 Gaung, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, pada Rabu (22/4) untuk menanamkan kesadaran keamanan di sekitar jalur rel sejak usia dini.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Manager Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Marinir Ernst Rikumahu beserta jajaran, tim Humas KAI Divre II Sumbar dan Babin Pembinan Polsuska Aiptu Robi Kentoroserta yang disambut hangat oleh Kepala SDN 04 Gaung, Desi Kurnia, beserta para guru dan ratusan siswa yang antusias mengikuti jalannya sosialisasi.
Dalam sosialisasinya, Karu Polsuska Divre II Sumbar, Jeni Ramadhan menekankan bahwa menjaga keamanan kereta api adalah misi kemanusiaan yang membutuhkan peran aktif semua lapisan masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan yang lokasinya bersinggungan langsung dengan jalur aktif kereta api.
Kepala SDN 04 Gaung, Desi Kurnia, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif KAI ini. Ia berharap materi yang disampaikan tidak sekadar menjadi pengetahuan, namun bertransformasi menjadi perilaku sehari-hari para siswa demi terciptanya budaya keselamatan di lingkungan sekolah.
Dalam sesi edukasi yang interaktif, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai tindakan berbahaya yang dilarang di area jalur rel kereta api. Beberapa di antaranya seperti bermain di sekitar rel, melempar benda ke arah kereta api, meletakkan benda di atas rel, hingga melintas sembarangan di jalur yang bukan peruntukannya. Tindakan tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan diri sendiri, tetapi juga dapat mengganggu dan mengancam keselamatan perjalanan kereta api. Selain itu, para guru juga diingatkan pentingnya disiplin saat melintasi perlintasan sebidang, yaitu dengan berhenti sejenak, menengok ke kanan dan kiri, memastikan kondisi aman, kemudian baru melintas. Ditekankan pula bahwa palang pintu perlintasan hanyalah alat bantu, bukan penanda utama ada atau tidaknya kereta api. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kepatuhan pengguna jalan tetap menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan bersama.
Antusiasme siswa terlihat saat sesi tanya jawab berlangsung. Sebagai bentuk apresiasi terhadap keberanian dan keaktifan mereka, KAI memberikan berbagai hadiah menarik bagi siswa yang mampu memahami materi keselamatan dengan baik.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menegaskan bahwa "Sapa Sekolah" adalah instrumen penting bagi perusahaan untuk membangun investasi jangka panjang dalam aspek keselamatan, khususnya bagi generasi muda.
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membekali para siswa agar mereka tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi atau pengingat bagi orang-orang di sekitar mereka mengenai pentingnya keselamatan di jalur KA,” ujar Reza.
_Langkah Preventif Masif Sepanjang 2026_
Sebagai bagian dari strategi pengamanan yang lebih luas, hingga April 2026 KAI Divre II Sumbar telah melakukan serangkaian aksi nyata di lapangan, meliputi:
- Penutupan 2 titik perlintasan liar yang berisiko tinggi
- Sosialisasi intensif di 17 titik perlintasan resmi
- Pemasangan 3 banner imbauan di titik-titik rawan kecelakaan
- Edukasi sepanjang jalur KA yang dibarengi dengan pemberian bantuan CSR berupa sarana olahraga bagi masyarakat.
KAI Divre II Sumbar berharap sinergi yang kuat antara operator transportasi, pihak sekolah, dan masyarakat luas dapat mewujudkan lingkungan perkeretaapian yang lebih aman, tertib, dan selamat. Hal ini krusial demi mendukung kelancaran operasional transportasi massal dan melindungi nyawa setiap masyarakat.(*)