Sumbar Incar Status Pusat Industri Halal, Gubernur Siapkan Sukuk Daerah untuk Pembangunan
PADANG, NETRALPOST – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tancap gas memperkuat ekosistem ekonomi syariah dengan target ambisius: menjadi pusat industri halal terkemuka di Indonesia bagian barat. Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov kini tengah mematangkan rencana penerbitan Sukuk Daerah sebagai solusi pembiayaan pembangunan.
Rencana strategis ini dipaparkan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dalam rapat bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Istana Gubernur, Senin (11/5).
"Penerbitan sukuk ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pembiayaan pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal," tegas Mahyeldi.
Gubernur mengungkapkan bahwa penetrasi ekonomi syariah di Sumbar menunjukkan tren positif. Hingga tahun 2025, tingkat inklusi keuangan syariah di Ranah Minang telah menyentuh angka 92,14 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh performa Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari yang mencatatkan kenaikan signifikan pada sisi pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Bukan sekadar teori, integrasi ekonomi syariah diwujudkan melalui penetapan kawasan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi sebagai zona Halal Life Style. Kawasan ini dirancang menjadi pusat pembelajaran ekonomi syariah sekaligus pembinaan karakter generasi muda melalui berbagai program seperti Klinik Konsultasi Motivasi Muda (KLIK MEMO).
Di sektor pariwisata, Sumbar kini mengukuhkan posisi di tiga besar destinasi wisata halal terbaik di Indonesia. Keberadaan 566 desa wisata yang tersebar di berbagai kabupaten/kota menjadi motor penggerak utama dalam menarik kunjungan wisatawan berbasis budaya dan syariah.
Selain penguatan sektor wisata, Pemprov juga terus mempercepat digitalisasi transaksi melalui QRIS Syariah untuk UMKM dan masjid, serta memperluas program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) bagi para pelaku usaha lokal.
"Penguatan ekonomi syariah adalah bagian penting pembangunan daerah sekaligus mempertegas identitas Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK)," pungkas Mahyeldi.(*)












